Posts

Showing posts with the label sharing

saya keluar

Saya meyakini, ada batas - batas privasi yang melingkar di setiap orang. Batas - batas itu tidak terlihat, tapi sangat perlu dihormati. Kamu tidak perlu menunduk, mengucap salam, atau mengangkat lengan ke arah kepala dan membentuk sirip di depan dahi. itu tidak perlu.  Menghormati adalah dengan tidak memaksa masuk. Menghormati adalah dengan tidak mencuri dengar. Menghormati adalah dengan tidak beropini aktif, yaitu komentar lalu menyuruh ini dan itu. Marah jika tidak mau. Menhormati adalah dengan diam. ya. cukup diam dan pura - pura tidak tahu. Sampai tuan rumah membuka gembok pagar, memutar kenop pintu, dan mempersilahkan dirimu masuk, diam adalah hal terbijak yang akan menghadirkan respek dari pemilik rumah. Karena meyakini hal - hal prinsipil seperti batas privasi, tentu saya akan berusaha menjadi tamu dan tuan rumah yang baik. Berperan menjadi keduanya, tidak susah kok. kamu hanya perlu diam dan berfikir. beri jeda. lalu tanyakan pada dirimu sendiri, inikah ...

satu - satunya hal yang membuatku bahagia

Sejak aku kecil, ibu memiliki suatu kebiasaan yang selalu dilakukannya setiap malam. Dan kebiasaan itu, berhubungan denganku. Hal yang dilakukan cukuplah sederhana, hanya memintaku mengerjakan sesuatu, dan itupun sangatlah mudah untuk segera dilakukan. Tetapi apa yang kau fikirkan jika kebiasaan itu terus menerus diupayakan terhadapmu? sedangkan kau tau bahwa hal yang harus kau kerjakan itu memang suatu bagian dari rutinitas kehidupan, setiap malam. Memberontak adalah jawabannya. Hari ini, setelah berbulan - bulan lamanya kutinggalkan, akhirnya aku kembali pulang ke rumah. Menginjakan kaki di rumah membuatku mampu untuk kembali bernafas lega, me-rememory lagi kenangan -  kenangan lama adalah suatu hal yang menyenangkan bukan? walaupun itu hanya sekedar kenangan dalam tempo bulanan. Tetapi, ada satu ingatan yang tidak ingin aku ulang setiap malam ketika berada di rumah, ingatan tentang kebiasaan ibu yang itu - itu melulu. Dan aku putuskan, malam ini aku  akan menyerang. ...

5 Mie instan non premium terenak yang pernah aku makan

Image
Salah satu makanan yang bisa dikatakan merakyat. Bukan hanya karena rasanya yang enak, tapi lebih daripada itu, harganya juga murah meriah. Mie instan, seakan menjadi primadona bagi kalangan yang berkantung cekak, tapi tetap menginginkan sebuah kenikmatan. Tapi itu dulu, lain halnya dengan jaman sekarang. Dewasa ini, pasar mie instan tengah berada di masa keemasan. Produk - produk impor mulai dijual secara luas di tengah - tengah masyarakat. Korea, China, Jepang, dan Thailand menjadi pesaing bagi produk - produk lokal. Mereka bagaikan anti hama, yang seakan mencabut cita dan rasa produk dalam negeri yang sudah mengakar sejak lama. Padahal harga yang ditawarkan, jauh diatas batas wajar yang menurut kita sejauh ini normal, duaribuan. Tapi tahukah kalian? bahwa hal - hal tetek bengek menyoal eksodus besar - besaran itu sebenarnya adalah sebuah tantangan paling sukar bagi produk luar tersebut. karena apa? karena rasa nggak bisa bohong hehehe. Ternyata, tanpa kita sadari, masih ban...

kembali ke jalan buku

Image
devianart.net Setelah berkecimpung di dunia antah berantah, akhirnya aku bersedia kembali lagi ke jalan buku. Jalan terang yang ditapaki oleh orang - orang yang sampai sekarang pemikirannya juga bersifat menerangi. Nggak usah jauh - jauh merujuk ke Pak Karno, Bung Hatta, Prof Habibie, GusDur, atau tokoh - tokoh nasionalis lainnya yang kutu buku. Apalagi harus repot - repot melihat tokoh jauh seperti Monsieur Napoleon, Sir Isaac Newton, Al-Kindi, Einstein, Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Bill gates, Harun Ar-rasyid, Juga sang Adolf Hitler sekalipun. Lhawong mbak sepupuku saja, yang bukan siapa - siapa, bisa kok lebih dulu menginspirasi diriku ini, secara dia juga berada di jajaran yang sama sebagai seorang kutu buku. Berbicara mengenai buku, di kehidupanku sendiri, mereka memiliki peranan yang cukup besar. Dan memang, pepatah bahwa buku adalah jendela dunia itu adalah benar adanya. Lebih dari itu, buku adalah jendela jagat raya, dan mencakup dimensi yang kedalamannya tidak akan pernah...

dua ribu tujuh belas, tahun perpindahan

Image
Di tanggal - tanggal yang mendekati klimaks tahun ini, para blogger seakan menemukan kembali rumah - rumah yang seharusnya mereka tinggali. Draft yang sebelumnya kosong, kini bersemi, diisi oleh celotehan mimpi juga harapan - harapan yang walaupun terkadang seperti terlihat jauh dari kenyataan, tetapi tentu saja sangat menyenangkan untuk merangkainya menjadi janji - janji yang harus ditepati. Wangsit masal akhir tahun itu, orang - orang menyebutnya dengan resolusi. Merujuk ke kamus besar bahasa Indonesia (versi web, tentu saja), Resolusi adalah suatu keputusan yang bulat, bisa berupa permintaan ataupun tuntutan dalam bentuk tertulis. Maka tidak heran, jika banyak insan manusia yang mau saja repot - repot untuk menuliskan beberapa tuntutan dan permintaan terhadap dirinya sendiri, agar supaya (di tahun yang dimaksud) bisa terlaksana, entah itu bagaimana caranya. tuntutan dan permintaan itu kemudian menjelma menjadi sekantong harapan - harapan. Tentu saja, Aku juga seorang yang ...

Ikhlas Menjadi Lucu

Image
Dulu, ketika saya masih unyu, saya sudah mengenal yang namanya simple make up alias merias diri dengan sederhana. Kalau mau di aliasin lagi bisa disebut dengan berbedak saja. Bukan hanya saya, tapi mungkin seluruh civitas   kampung yang masih balita sudah mengenal hal ini, Ya, ciri khas anak - anak kampung TambakAji memang merias diri, rutin dua kali sehari setelah mandi. ponakan yang mewarisi keunyuan omnya. Kini, setelah hampir dua dekade lamanya, rutinitas rias - merias itu masih ada. Hal ini sejalan dengan kearifan orang tua yang terus menganjurkan untuk melakukan hal itu, ke anaknya, cucunya, cicitnya, canggahmya dan seterusnya. Jika merias untuk orang dewasa identik dengan perempuan, maka riasan ala kadarnya ini tidak mengenal gender di kalangan penggemarnya, balita. karena tentu saja, balita tidak mengenal gender antara satu dengan lainnya. pernah kamu lihat balita yang - yangan? nggak tho? malahan ponakan saya yang cowo berumur empat tahun sering me...

nyaris kena copet

Image
Sore itu, sepulang dari dinas pagi, Saya dan senior saya berencana pulang dengan menggunakan angkutan umum. Bagi saya, ataupun mungkin senior saya, menggunakan fasilitas seperti angkutan umum untuk pulang kerja memang perlu direncanakan. Bukannya ingin sombong, tetapi untuk menghindari pertanyaan - pertanyaan lebih lanjut, maka perlu saya jelaskan, bahwa ketika itu kami keluar terlalu sore sehingga tidak sempat ikut mobil antar - jemput pegawai. Sedangkan kendaraan pribadi tidak ada dan sesosok teman soleh untuk ditebengi pun nihil. teman solehah? belum, masih ngumpulin duit dulu buat menafkahinya nanti. Oke, Jika sudah jelas dengan penjelasan saya, maka izinkanlah saya untuk melanjutkan cerita... Sebenarnya, saat itu satu - satunya teman yang bisa diandalkan adalah mas Jamil. Walaupun tidak cukup soleh, karena tidak mengantarkan sampai tujuan akhir, setidaknya ia cukup baik untuk mengantarkan kami, cenglu hingga jembatan depan (letak kantor dan jalan raya cukup jauh jika ...

Menikmati kopi tanpa takut nyeri dengan obat asam lambung yang alami

Image
Sumber : doktersehat.com Banyak alasan kenapa orang sangat mencintai dan selalu ingin minum kopi. Mulai dari alasan bahwa hanya kopilah sumber inspirasi utama dalam setiap pekerjaan maupun aktivitas sehari – hari, sampai dengan alasan sederhana saja bahwa kopi itu enak. Mulai dari sekedar iseng menerapkan diet kopi , sampai dengan serius menjadikannya sebagai menu sehat alami (karena katanya kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan).  Kopi pun tidak mengenal golongan sebagai penikmatnya. Baik tua, muda, laki – laki, ataupun perempuan, mereka memiliki alasan tersendiri kenapa memilih kopi sebagai minuman favorit daripada minuman – minuman lainnya. Percaya atau tidak, minuman kopi saat ini memang tengah menjadi trend di masyarakat Indonesia. Hal ini ditandai dengan meningkatnya permintaan produksi kopi olahan baik lokal maupun dari luar negeri, tingkat persaingan industri pengolah kopi yang kian tinggi mengingat munculnya berbagai macam aneka jenis sajian kopi seperti ...

zootopia, dan kebebasan untuk menjadi berbeda

Image
sumber  http://movies.disney.com/zootopia beberapa hari yang lalu saya menonton film animasi yang menarik. sebagaimana fungsi dari sebuah film yang dipertontonkan, film ini cukup menghibur saya dengan gambaran yang apik dan detail gambar yang lebih dewasa di era film animasi sekarang ini. Terlepas dari segala aspek yang terkait dalam dunia perfilman, - karena bagi saya yang terpenting adalah baiknya jalan cerita serta kesesuaiannya dengan gambaran dari cerita - maka bisa dikatakan film ini sesuai dengan ekspektasi dari khalayak umum, termasuk saya di dalamnya. Zootopia adalah sebuah kota paralel dimana para hewan telah memiliki akal dan perasaan layaknya manusia. Saya tidak menyebutnya sebagai sebuah evolusi, karena hakikatnya penggambaran bentuk fisik para hewan masih sama dengan hewan - hewan pada umumnya. Animasi ini berkisah tentang seekor kelinci desa bernama judy hopps yang memiliki cita - cita luhur, yaitu menjadi seorang polisi, emm.. maksud saya menjadi seekor polisi...

pemimpin 360 derajat

Lima menit setelah pembacaan hasil perhitungan resmi, Saya segera melihat diri saya dalam keadaan yang tidak sama lagi. Mungkin tumpuan saya masih berpijak di tempat yang sama, tapi beban yang saya pikul seolah bertambah, dari yang hampa menjadi isi sejuta kali. Saya melihat luthfi, tatapan matanya masih sama, kecil dan tajam, seolah mengatakan bahwa ia masih ingin terus berpacu menatap jauh kedepan. Sedetik kemudian saya memalingkan pandangan ke arah Herman, tidak ada ekspresi yang berubah, masih tenang dan waspada seolah berjaga jika ada ancaman datang sewaktu - waktu, dalam waktu yang singkat itu saya masih bisa dibuat kagum oleh ekspresinya. Mungkin dari puluhan orang yang riuh di koridor itu hanya Saya yang merasa telah mengalami perubahan yang maha dahsyat, tapi kenapa? Seperti yang mungkin pernah kalian rasakan juga, perubahan itu adalah suatu hal yang menakutkan terlebih jika menyangkut terhadap diri kita sendiri. Terkadang perubahan laksana aliran sungai yang tenang, a...

suatu senja di ibukota

Image
dari atas balkon kosan nggak terasa sudah sebulan lebih saya berada di kota besar ini, kota yang katanya mampu secara magis mewujudkan semua mimpi - mimpi para pencari nafkah di seluruh negeri. Kota yang katanya terlalu liar untuk dijinakkan, apalagi jika sudah tertanam rasa nyaman akan kampung halaman. Tetapi semua itu lagi - lagi bergantung kepada sudut pandang, bagaimana kamu menghadapi, bagaimana kamu menikmati, dan bagaimana kamu mencuri celah untuk kemudian berhati - hati mencirikan diri. Banyak hal yang saya dapatkan selama berada di sini, pengalaman, nilai hidup, perjuangan, kasih, rasa syukur, dan lain sebagainya. Walaupun hal - hal tersebut terhitung sedikit jika dibandingkan dengan jutaan hal lainnya yang pasti akan saya dapatkan kelak. Sebenarnya ini bukan hal yang baru saya menginjakan kaki di Jakarta. Jauh - jauh hari sebelumnya saya pun pernah, hanya saja saya rasa terlalu mengeneralisir apabila pengalaman sekedipan mata itu saya jadikan sebuah kesan mula untuk kot...

tahap seleksi indonesia power 2016

Image
Hai, bagi para pembaca tulisan ini. karena kolom komentar tidak kondusif. yang ingin bertanya boleh chat langsung ke saya. kontak saya bisa dilihat disini kontak terimakasih, salam sukses :)) Menjadi bagian dari suatu perusahaan ternama di Indonesia adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi sebagian orang, tak terkecuali saya. Selain dikarenakan sebuah janji masa depan yang katanya akan cerah ( walaupun sebenarnya nasib orang kedepannya hanya Tuhan yang tahu ), nilai sebuah kebanggaan pun menjadi suatu hal yang tidak bisa tergambarkan. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagi sebuah cerita, ya hanya sebuah cerita, tentang sebuah perjuangan diri di sebuah seleksi terbuka calon karyawan Indonesia Power. Yang pada intinya. dari sebuah cerita ini saya hanya berharap dapat memberi sebuah kebermanfaatan yang besar untuk teman - teman pembaca pada waktu dan tempat selanjutnya. TAHAP SELEKSI sebelum saya menceritakan apa saja tahapan seleksinya, saya akan memberikan gambar...

fiksi kriminal ala detective conan

Image
Pertama kali saya mengenal manga ini adalah ketika saya baru menginjak bangku sekolah dasar, (saya lupa, antara kelas 5 atau kelas 6) merupakan buah tangan pameran buku yang diikuti kakak sepupu saya. Saya yang masih cupu dan seharusnya berada di rataan usia manga doraemon ini pun menerima buah tangan itu dengan senang hati, tanpa tahu menahu bahwa banyak adegan orang mati di dalamnya. Secara keseluruhan, saya yang notabene hanya bocah SD, tidak begitu paham cerita yang coba disampaikan oleh mangaka conan ini. Hanya saja, waktu itu ruh yang ditanamkan olehnya (re: mangaka) berhasil merasuk ke dalam jiwa saya. Terkesan lebay memang, tapi itulah yang saya rasakan. Hampir sebagian jalan cerita (yang tidak saya mengerti itu) menghantarkan saya kedalam nuansa kegetolan untuk terus membaca dan membaca lagi tiap halamannya. ... Manga detective conan merupakan buah karya emas sarat misteri besutan om Gosho Aoyama. Manga ini menceritakan tentang anak SMU jenius penggila misteri...

belajar konsisten dengan goodreads

Image
Awal tahun adalah awal untuk perubahan. Begitupula dengan saya, yang berniat untuk mengawali tahun 2016 ini dengan tekad untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Pada prinsipnya, Jangankan pergantian tahun, pergantian waktu sekecil apapun harus kita upayakan untuk terus berubah menjadi yang lebih baik. Hal ini pernah saya bahas di tulisan sebelumnya :  resolusi 2016 Awal mengenal goodreads adalah ketika saya iseng scroll timeline di twitter. Pada saat itu ada seorang penulis yang saya follow berkicau tentang kebiasaannya membaca, juga tekad seberapa banyak buku yang akan dia baca di tahun 2016 ini. Kicauan itu menarik, terlebih bagi saya yang juga merupakan pecinta buku (walaupun masih newbie). Karena kepo, saya baca lebih lanjut timelinenya. Dia menceritakan, walaupun sebagai seorang penulis, terkadang masih saja suka malas untuk membaca buku. Padahal kebiasaan membaca buku adalah kegiatan yang wajib untuk menunjang pekerjaannya, terlebih dia merupakan full-time writer. Lalu ...