Posts

Showing posts with the label Semarang

untuk tidak terbawa perasaan

Pagi itu, karena merasakan sedikit sentuhan di sisi kananku, aku terbangun. Sepanjang penerbangan Makassar - Surabaya mataku memang sudah sangat terasa berat. Tetapi pikiranku yang kalut selalu menjagaku terbangun walaupun melayang entah kemana. Menatap awan - awan yang terbingkai jendela. Mengalihkan pandangan ke lubang pendingin yang terlihat biasa saja. Memainkan kenop meja, membuka, lalu menutupnya lagi dengan sengaja. Menarik majalah ke pangkuan, membuka, tetapi huruf - hurufnya sama sekali tak terbaca. Tubuhku akhirnya berontak, lalu tertidur sebentar di titik transit bandara Juanda Surabaya, sampai aku terbangun oleh gelombang penumpang berikutnya. Seorang eksekutif muda, berpenampilan perlente. Ia memakai setelan jas rapi, sepatu hitam yang mengkilat, dan jam tangan merk tissot melingkar di pergelangan kirinya. Duduk di sebelah kananku. Ia memakai kacamata dengan lensa yang cukup tebal, dari sana aku menyimpulkan bahwa usaha kerasnya telah membawanya kepada titik yang sepe...

kunjungan keluarga

Image
Satu semester sudah, semenjak saya menginjakkan kaki pertama kali tinggal di Jakarta. Saya bersyukur, karena sampai saat ini masih diberi kekuatan untuk menjalaninya. tentu saja, dukungan dari teman - teman di sekitalah yang kurang lebihnya menjaga saya disini. Well,  tanpa mereka, saya sebatang kara. Andai saja, suatu saat saya tidak malu untuk berucap. Maka saya ingin berucap. "terimakasih untuk pinjeman duitnya ketika saya lagi cetek. Terimakasih sumbangsih odolnya, ketika saya lagi malas ke warung. Dan terimakasih atas celana - celana yang terpakai, ketika saya sadar stok celana bersih telah habis. Bagi saya, kalian adalah sejenis keluarga saya yang lain." Ohya, ngomong - ngomong soal keluarga, bertepatan dengan hari nyoblos masal alias pilkada kemaren, orang - orang rumah datang berkunjung. Momen ini tentu saja istimewa bagi saya yang notabene selama ini, sebelumnya jarang dikunjungi. Maaf ralat, tidak pernah dikunjungi. Sebagai salah satu personil ke...

kuliner semarang yang (bakal) ngangenin. part 1

Image
source : http://desnaputra-journey.blogspot.co.id/ Ada bagian dari Semarang yang berbeda kali ini. bukan, bukan sejenis perbedaan yang mendiskreditkan Semarang sebagai kota yang terlalu baik, sehingga pada akhirnya pantas untuk diputusin dan ditinggalkan hanya untuk kota - kota lain yang dianggap tidak lebih baik. (logika macam apa itu?). Perbedaan yang saya maksud adalah, Semarang akhir - akhir ini terlihat lebih menggiurkan. terutama dari bermacamnya hidangan kuliner yang menclok di sudut dan sela - sela kotanya. Daya pikatnya terasa lebih kuat dari dua dekade terakhir saya tinggal di kota ini. Dulu sewaktu saya kecil, saya menganggap kuliner Semarang tidak lebih dari hanya sekedar warung bakso dan mie ayam. Dan mungkin karena anggapan tersebutlah, saya kecilnya obesitas. Kini jaman telah berubah, tanpa harus diserang dulu oleh negara api, saya menyadari bahwa kuliner di Semarang amat sangatlah kaya. Perasaan itu kian kemari semakin kuat, terlebih saya sekarang sudah meningga...

evolusi goa kreo

Image
"Loh! kok hilang?". Sunan Kalijaga bertanya kepada dirinya sendiri. jelas saja, pohon kayu jati yang ingin ditebangnya guna dijadikan sebagai saka ( tiang penyangga ) bakal masjid Demak, hilang begitu saja. Sunan Kalijaga tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, toh hal mistis dan gaib memang sedang menjadi hits di jamannya, kala itu. Hanya saja, kali ini Sunan harus berjalan lagi mencari pohon jati kualitas bagus lainnya. Sebelum pergi tak lupa Sunan menamai daerah itu sebagai Jatingaleh ( jati yang berpindah ). Perjalanan sang Sunan berlanjut, dalam perjalanan tak lupa Sunan Kalijaga senantiasa berdoa agar diberi kemudahan oleh yang Maha Kuasa. Berbeda dengan saya, yang hanya berdoa kalau ada maunya (semoga berubah ya Allah.. hiks). Kali ini sampailah beliau di sebuah hutan. Di hutan tersebut tumbuh sebatang pohon jati yang sangat besar, tentu kualitasnya tidak lagi diragukan. andai saja waktu itu ada seorang ahli per-kayuan pasti udah bilang yes 3x. yes, yes, yes....

dimanja oleh mi kopyok

Image
Jika kamu baru pertama kali menginjakan kaki di Bumi Semarang, maka salah satu hal pertama yang akan kamu tanyakan adalah "makanan apa yang enak di Kota ini?". dan jika saja kamu beruntung bisa menanyakan pertanyaan opini tersebut kepada saya, maka dengan tegas saya akan menjawab "cobain deh, mi kopyok. selamanya kamu akan rindu dengan kota ini." Saya adalah salah satu fans garis keras dari kuliner ini. segelintir orang menyebutnya dengan mi lontong, namun nama mi kopyok lebih populer terdengar. hal ini dimungkinkan dari proses pembuatannya yang di'kopyok' dulu sebelum dihidangkan. pada dasarnya kuliner ini banyak tersebar di Kota Semarang dan sekitarnya. Mi kopyok berisi potongan lontong, mi, tauge, tahu pong, dan krupuk gendar yang disiram air bawang putih (biasanya saya tidak memakai lontong, dan menggantinya dengan krupuk gendar ekstra). untuk memantapkan rasa boleh ditambahkan kecap dan sambal sesuai selera. pada umumnya mi kopyok semarang di...

gerimis, malam, dan jalanan

gerimis menyertai semilir angin kota, memeluk ringan di sela - sela jaket. aku memacu motorku pelan menyusuri jalanan malam Semarang. kerlap - kerlip lampu kendaraan menghias sepanjang jalan, membentuk oase indah yang tak terjangkau lengan. sengaja aku arahkan motorku lebih ke kiri sehingga lajunya dapat aku kurangi lagi. akupun heran, hanya dengan menikmati jalanan, semua beban seharian seperti hilang. dalam dunia ini siapa yang tak suka dengan keramahan pagi, lalu jangan lupakan sore dengan segala keelokannya, tetapi tak ada yang lebih aku suka dari cara malam menjemput manusia. malam adalah panggilan pulang, ia menghantarkanmu dalam naungan angan - angan. malam itu bebas, karena itu ia tak terbatas. dan saat ini aku tengah berada di zona tanpa batas itu. aku menyukai kesendirian ini. gerimis, malam, dan jalanan, sebuah perpaduan yang membuatku merasa dimanja oleh Tuhan. bukankah kebahagiaan tidak selalu terukur oleh sesuatu yang bernilai tinggi, sedangkan dengan segala kese...