Posts

Showing posts with the label random

Kelopak nasib

ketika satu persatu kelopak bunga lepas dari putiknya, maka di saat itulah nasib dari seorang manusia ditentukan. Tentu, bukan oleh kelopak itu, ataupun putiknya, juga bagian manapun yang dirasa bisa menjadi kesatuan bunga, Tetapi oleh keputusan yang tengah diperjudikan dengan cara menghitung jatuhnya kelopak sehelai demi sehelai. Hanya saja manusia itu tidak tahu mengetahui, bahwa apapun keputusan yang ia terpilih melalui perhitungan nasib itu, Tuhan tentu telah mengerti sampai sedetail - detailnya. Bahkan semenjak manusia itu memutuskan akan menggunakan kelopak sebagai penentu nasib masa depannya.

teringat masa itu, lewat sebuah lagu

Image
"More Than Words" nya Extreme mengingatkan saya tentang kenangan awal SMA dulu. Ketika semua yang saya lakukan saat itu, hingga kini masih saya anggap sebagai titik balik hidup saya yang paling berarti. Entah kenapa, lagu ini, malam ini, ketika tidak sengaja saya putar di channel youtube, malah merepresentasikan masa itu. Padahal ya seingat saya nggak ada cinta - cintaan babar blas yang membekas. Ealah dasarnya orang yang kurang peka. Perihal lagu yang (baru - baru ini saya ketahui) romantis ini kok ya dianggap lagu perpisahan. pasalnya lagu ini dulu yang dibawakan dalam perpisahan kelas X ketika SMA. emang seperti kata ustad - ustad facebook yang tengah moncer akhir - akhir ini. Kita harus selalu tabayyun dalam segala hal, tak terlepas mengenai persepsi dari sebuah lagu. Apakah lagu itu romantis, apakah lagu sedih, atau lagu suka ria. karena kalo sudah salah paham gini lak yo kisinan dewe, minimal isin terhadap kelalaian masa muda yang sudah saya anggap g...

nyaris kena copet

Image
Sore itu, sepulang dari dinas pagi, Saya dan senior saya berencana pulang dengan menggunakan angkutan umum. Bagi saya, ataupun mungkin senior saya, menggunakan fasilitas seperti angkutan umum untuk pulang kerja memang perlu direncanakan. Bukannya ingin sombong, tetapi untuk menghindari pertanyaan - pertanyaan lebih lanjut, maka perlu saya jelaskan, bahwa ketika itu kami keluar terlalu sore sehingga tidak sempat ikut mobil antar - jemput pegawai. Sedangkan kendaraan pribadi tidak ada dan sesosok teman soleh untuk ditebengi pun nihil. teman solehah? belum, masih ngumpulin duit dulu buat menafkahinya nanti. Oke, Jika sudah jelas dengan penjelasan saya, maka izinkanlah saya untuk melanjutkan cerita... Sebenarnya, saat itu satu - satunya teman yang bisa diandalkan adalah mas Jamil. Walaupun tidak cukup soleh, karena tidak mengantarkan sampai tujuan akhir, setidaknya ia cukup baik untuk mengantarkan kami, cenglu hingga jembatan depan (letak kantor dan jalan raya cukup jauh jika ...

cerita kita selalu sama

Image
Cerita kita selalu sama, bukan tentang aku, bukan pula tentang kamu, melainkan konsep - konsep kaku yang selalu tertulis di buku catatanku. Tak ada nama khusus, tak ada embel - embel bertuliskan 'buku harian', hanya hitam dan sedikit kusut. Kamu tahu bahwa buku itu sebagian dari diriku, setidaknya itu yang aku tahu. Cerita kita selalu sama, berkumpul menjadi satu, tetapi hati kita enggan menjadi satu. Tawa itu, Semangat yang memecah sunyi itu, bahkan selisih penuh kasih itu, semua palsu.  Aku adalah bagian dari arus organisasi penuh paksa, dimana cinta hanya sebagai oase pemutus lelah. Yang kemudian ikut menghilang bersama lelah - lelah itu. Aku mengerti, tetapi hati enggan untuk memahami. Cerita kita selalu sama, mengulang dan terus mengulang tanpa lelah. Aku dan kamu selayaknya rantai yang melingkar di atas gerigi, jika berhenti hanya akan menambah keringya hidup kami. Dulu kamu pernah berkata, bahwa kamu lelah terus menerus diterjang lautan berombak. Tetapi setel...

randoooooom

seperti yang tertulis di judul, kali ini saya mencoba membuat postingan random. Bukannya nggak ada ide buat postingan atau alasan - alasan yang lain. Hanya saja saya ingin menjelaskan sebab musabab saya tidak membuat post di blog akhir - akhir ini. Karena sebab menghasilkan akibat, maka saya memberikan kepada kalian para pembaca sebuah tulisan akibat hehehe. selain karena ingin menjelaskan sebuah sebab, saya juga ingin memancing kepedulian kalian, para pembaca, kepada saya, yang menjadi seorang penulis. iya, penulis abal - abal yang sebenarnya sangat amat tidak pantas disebut "penulis". Bagaimana tidak, lhawong nulis aja senin kemis. Kalau nggak dipancing sama nyinyiran dalam benak sendiri dan juga rasa eman karena bayar self domain itu mahal, mana mau saya menulis lagi. baiklah daripada bertele - tele, dan menjadikan minat baca kalian semakin memudar, saya akan segera memulai topik tulisan yang random kali ini. pertanyaan pertama adalah, kemanakah saya selama in...