Posts

Showing posts with the label inspirasi

zootopia, dan kebebasan untuk menjadi berbeda

Image
sumber  http://movies.disney.com/zootopia beberapa hari yang lalu saya menonton film animasi yang menarik. sebagaimana fungsi dari sebuah film yang dipertontonkan, film ini cukup menghibur saya dengan gambaran yang apik dan detail gambar yang lebih dewasa di era film animasi sekarang ini. Terlepas dari segala aspek yang terkait dalam dunia perfilman, - karena bagi saya yang terpenting adalah baiknya jalan cerita serta kesesuaiannya dengan gambaran dari cerita - maka bisa dikatakan film ini sesuai dengan ekspektasi dari khalayak umum, termasuk saya di dalamnya. Zootopia adalah sebuah kota paralel dimana para hewan telah memiliki akal dan perasaan layaknya manusia. Saya tidak menyebutnya sebagai sebuah evolusi, karena hakikatnya penggambaran bentuk fisik para hewan masih sama dengan hewan - hewan pada umumnya. Animasi ini berkisah tentang seekor kelinci desa bernama judy hopps yang memiliki cita - cita luhur, yaitu menjadi seorang polisi, emm.. maksud saya menjadi seekor polisi...

pemimpin 360 derajat

Lima menit setelah pembacaan hasil perhitungan resmi, Saya segera melihat diri saya dalam keadaan yang tidak sama lagi. Mungkin tumpuan saya masih berpijak di tempat yang sama, tapi beban yang saya pikul seolah bertambah, dari yang hampa menjadi isi sejuta kali. Saya melihat luthfi, tatapan matanya masih sama, kecil dan tajam, seolah mengatakan bahwa ia masih ingin terus berpacu menatap jauh kedepan. Sedetik kemudian saya memalingkan pandangan ke arah Herman, tidak ada ekspresi yang berubah, masih tenang dan waspada seolah berjaga jika ada ancaman datang sewaktu - waktu, dalam waktu yang singkat itu saya masih bisa dibuat kagum oleh ekspresinya. Mungkin dari puluhan orang yang riuh di koridor itu hanya Saya yang merasa telah mengalami perubahan yang maha dahsyat, tapi kenapa? Seperti yang mungkin pernah kalian rasakan juga, perubahan itu adalah suatu hal yang menakutkan terlebih jika menyangkut terhadap diri kita sendiri. Terkadang perubahan laksana aliran sungai yang tenang, a...

suatu senja di ibukota

Image
dari atas balkon kosan nggak terasa sudah sebulan lebih saya berada di kota besar ini, kota yang katanya mampu secara magis mewujudkan semua mimpi - mimpi para pencari nafkah di seluruh negeri. Kota yang katanya terlalu liar untuk dijinakkan, apalagi jika sudah tertanam rasa nyaman akan kampung halaman. Tetapi semua itu lagi - lagi bergantung kepada sudut pandang, bagaimana kamu menghadapi, bagaimana kamu menikmati, dan bagaimana kamu mencuri celah untuk kemudian berhati - hati mencirikan diri. Banyak hal yang saya dapatkan selama berada di sini, pengalaman, nilai hidup, perjuangan, kasih, rasa syukur, dan lain sebagainya. Walaupun hal - hal tersebut terhitung sedikit jika dibandingkan dengan jutaan hal lainnya yang pasti akan saya dapatkan kelak. Sebenarnya ini bukan hal yang baru saya menginjakan kaki di Jakarta. Jauh - jauh hari sebelumnya saya pun pernah, hanya saja saya rasa terlalu mengeneralisir apabila pengalaman sekedipan mata itu saya jadikan sebuah kesan mula untuk kot...

do the process

Image
-TAN MALAKA- "Dik, coba jelaskan. Bagaimana mungkin sebongkah batu kapur bisa lebih bermanfaat dari sekarung semen?" Tanya seorang pembimbing di suatu sore. Saya yang tidak mengerti maksud pertanyaan yang mendadak itu malah kembali menanyakan, meminta penjelasan "Maksud bapak?" "ya itu, saya bukannya mau membandingkan, hanya saja bukankah sekarung semen lebih bermanfaat ketimbang sebongkah batu kapur, bahkan lebih dahsyat daripada itu, segunung batu kapur sekalipun. Lalu kenapa itu bisa terjadi?" "Bagaimana ya pak, emmm," Saya masih saja gagal paham, kemana arah pembicaraan ini berlangsung pun saya tak tahu "mungkinkah karena semen mempunyai kandungan yang lebih kompleks, pak?" "hahahaha, kamu terlalu kimiawi dik, terlalu kimiawi. cobalah untuk sedikit saja menjadi manusiawi maka kamu akan segera paham," ledek bapak pembimbing, masih di sore yang sama, di sebuah perbincangan absurd yang sama juga "kamu ingin tahu ...

simpan saja manisanmu

Image
Dulu sewaktu saya masih kecil, saya sering di iming - imingi beberapa bungkus permen hanya untuk mengalihkan dari keinginan saya yang sebenarnya. Ketika saya meminta layangan, ibu malah membelikan permen davos sambil berkata " antengo ning omah, raksah kluyuran mengko ndaak rambutmu rusak ", yang hasilnya fatal : saya sampai sekarang nggak bisa layangan. Ketika saya minta setin, ibu malah memberi serenteng permen susu tak bermerek dan berkata " keplek setin kui duso nang, tobat  (keplek berarti judi)". Trik tebar permen ini bagi sebagian besar golongan pemudanya pemuda (baca : kanak - kanak) adalah trik yang jitu, pasalnya permen adalah role model makanan utama bagi mereka, tak terkecuali saya ketika kecil. Kini, mata batin saya sudah terbuka. Walaupun belum sepenuhnya, setidaknya sudah cukup ampuh untuk menghadang godaan ecek - ecek sekelas permen. Tetapi godaan berkembang selayaknya pola pikir objek yang akan digoda, komik untuk masa remaja, dan selembar li...

mbatinlah sebelum nyeplos

Image
ada sebuah pepatah yang saya ciptakan sendiri dengan penuh kesungguhan,  pepatah itu ( atau setidaknya saya sendiri ) mengatakan, "mbatinlah sebelum nyeplos, karena ceplosanmu ndak bisa dibilang nyeplos kalau udah mbatin" Pada dasarnya, manusia itu letaknya salah. Dan yang lebih mendasar lagi, letak kesalahan manusia berpusat di bagian tutuk, atau mulut : Mulutmu harimaumu katanya. Yang lebih parahnya lagi, kesalahan - kesalahan itu biasanya diakibatkan oleh tidak harmonisnya kecepatan otak dengan kecepatan lidah, alias nyeplos tanpo mikir. Sebagai contoh adalah demam kasus mbak gotik dengan bebek nunggingnya. -udah deh nggak usah dibahas panjang lebar, saya yakin seyakinnya mbak gotik ini nggak ada maksud untuk melecehkan, lha gimana mau melecehkan, orang biasanya dia dilecehin alias dijadiin bahan guyonan oleh teman - temannya. kemampuan untuk membalas aja nggak ada heuheu. yang saya yakini dia ini cuma bermaksud bercanda dengan ceplosan tanpo mikirnya- Maka bisa ...

separuh "ingin" yang sudah terlaksana

Image
Di tulisan kali ini saya mencoba berbagi kebahagiaan kepada kalian para pembaca. Kabar yang ingin saya sampaikan memang terbilang sudah lama, tapi insya Allah belum basi. Yap, Alhamdulillah tanggal 10 Februari yang lalu akhirnya saya telah berhasil menyelesaikan perjalanan studi saya sebagai mahasiswa di kampus. Perjalanan yang saya rasa cukup panjang karena ekstensi setengah tahun yang harus saya jalankan. Hey, tapi itulah inti perjalanan hidup, kalian tidak dapat memetik buah yang matang sebelum waktunya bukan? dan inilah yang saya rasakan, buah yang masa panennya lebih panjang, tiga setengah tahun!! Sebagai mahasiswa program diploma, lama studi 3,5 tahun bukanlah suatu aib, tetapi juga bukan termasuk prestasi yang menggembirakan. Apalagi jika mengingat saya melakukannya di jurusan yang rata - rata lulus tepat 3 tahun lamanya (walaupun saya jurusan teknik). Tetapi saya tidak bisa mengelak, saya pun tidak bisa membantah. Yang saya bisa lakukan hanyalah menjalaninya dengan sepenuh...

dear mamah puan, jangan mau jadi ndeso

Image
sumber Selamat siang menjelang sore mamah. Bagaimana kabar mamah hari ini? semoga mamah selalu diiringi keberkahan dari Tuhan yang maha pemberi berkah. Sudah makan siang mah? kalau belum mbok ya ngaso dulu cari makan. Saya yakin mah, di tempat mamah sekarang ini, dalam radius yang nggak jauh - jauh banget, pasti ada ibu - ibu warteg yang dengan senang hati melayani mamah menyoal urusan perut. Atau kalau semisal hari ini mamah sedang dinas ke kota Semarang, saya bersedia kok nganter mamah ke rumah makan terbaik di kota lunpia ini. Saya tahu mah, sekarang mamah sedang menjalankan program diet ketat ala - ala pak wied hary yang nongol tiap sore di trans tv, tapi ya harusnya sadar diri gitu lho mah, beliaunya udah habis kontrak kok. Bukannya saya lancang menggurui, karena saya juga nggak punya titel sarjana guru. Cuman saya mau berpesan aja ke mamah sebagai fans berat sejak dulu. Mamah itu asli lo udah langsing, seksi, imut - imut gitu persis cherrybelle tanpa harus repot - repot die...

Jangan takut repot di jalan

Image
sumber Jalanan bagi saya sudah menjadi sebagian dari hidup. Maksud saya gini, banyak waktu saya yang secara langsung saya habiskan hanya berada di jalanan. Mau ke kampus lewat jalanan, mau ke mall lewat jalanan, dan perlu kalian tahu, mau ke rumah calon mertua (?) juga lewat jalanan lho. Pokoknya kemanapun destinasinya deh. Apalagi kalau jaraknya jauh, sejauh jodoh yang tak kunjung datang (gimana mau ke rumah camer kalau jodohpun belum ada, pfffttt), sopasti mau nggak mau saya harus pakai alat transportasi dong. Entah itu motor, mobil, atau kendaraan umum lainnya. Setiap hari berada di jalanan dan juga kemacetan yang sama, membuat sebagian kehidupan saya yang suci dan bersih ini tercemar polusi. Kalau dihitung - hitung nih ya, kurang lebih saya menghabiskan sekitar 3 jam di jalanan. Bila diakumulasikan lagi bisa menjadi 90 jam perbulan atau 1080 jam pertahun. dan masih banyak jam lagi kalau dihitung mulai dari awal saya mentas ke jalanan sampai sekarang. Nah, sebagai seorang wa...

membudaya melalui peran orang tua

Image
sumber Hari kamis mendadak menjadi hari yang cukup sakral bagi saya. Bukan, bukan karena malamnya adalah malam jumat, dan saya harus tahlil tengah malam di depan kuburan kramat. atau segala macam urusan hal gaib sejenisnya, bukan seperti itu. Karena bagi saya, lebih penting mengurusi tetek bengek urusan duniawi perkuliahan di hari kamis, daripada semacam hal - hal mistis yang meragukan. Lagipula hal duniawi yang saya maksud ini beraroma surgawi kok, karena menuntut ilmu salah satu bentuk dari jihad, kan? Kamis adalah garis mati bagi segala macam revisi, temen - temen saya sih biasa menyebutnya deadline. Biasanya dosen pembimbing saya akan menagih revisi tugas akhir di hari kamis, karena jumat beliau meliburkan diri. Jadi jangan heran kalau saya beranggapan kamis pagi lebih horror dari malam jumat. Dan hari itu, sama seperti hari pada pekan - pekan sebelumnya, saya menunggu kedatangan bapak dosen sambil sesekali tertidur di gazebo kampus. Ada yang aneh, karena sampai azan zuhur ...

Empat sehat, Lima Organisasi

Image
Tulisan ini bermula dari sebuah link yang saya bagikan di facebook. Di halaman web tersebut, sang penulis mencoba beropini bahwa seorang aktivis mahasiswa memiliki kelebihan dibanding mahasiswa yang hanya mengedepankan masalah akademis saja. Beberapa poin kelebihan, penulis jelaskan dengan baik tentu saja hal itu berdasarkan pengalaman yang telah penulis alami di kehidupan kampusnya. Saya setuju, dan sebagai orang yang satu ikatan pendapat dengan penulis, maka saya share. temen - temen bisa membacanya di sini. Selang kurang lebih satu jam kemudian, notif facebook mulai bermunculan. Beberapa teman yang pro hanya meninggalkan jejak berupa like ataupun share. Hal itu wajar saja karena mereka adalah bagian dari golongan orang - orang yang aktif berorganisasi, baik dalam kampus, ataupun luar kampus. Namun yang menarik ada pula yang kurang sepakat dengan apa yang saya bagikan. Baginya, tulisan yang saya bagikan hanya menyebarkan virus pesimistis untuk golongan non-aktif organis...

terima kasih sherlock holmes

Image
Alkisah, hiduplah seorang pria yang teramat sangat jenius. Hobinya ngudut pake pipa, mainannya biola dan alat - alat kimia. Katanya, menurut rumor yang terdengar, pria nyentrik ini bisa berbagai macam beladiri, mulai dari judo, karate, wing chun, hingga beladiri aneh macam krav maga. andai saja uangnya berlimpah tentu saja dia sudah alih profesi menjadi batman si manusia kelelawar. Tetapi tidak, alih alih menjadi batman, ia malah memilih profesi macam detektif swasta, yaitu detektif yang tidak terikat oleh negara. Namanya adalah sherlock holmes, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ia seorang detektif swasta. jangan salah sangka, statusnya yang swasta itu bukan karena nggak lolos seleksi akpol alias akademi polisi, sekali lagi bukan. justru andai saja ia ngelamar, sudah dipastikan ia bakal diterima. ia menjadi swasta karena sifatnya yang nyentrik itu, yang kalau diajuin kasus remeh temeh macam remukan roti sudah pasti akan ditolak. kasusnya itu harus yang berbobot, njengkeli...

evolusi goa kreo

Image
"Loh! kok hilang?". Sunan Kalijaga bertanya kepada dirinya sendiri. jelas saja, pohon kayu jati yang ingin ditebangnya guna dijadikan sebagai saka ( tiang penyangga ) bakal masjid Demak, hilang begitu saja. Sunan Kalijaga tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, toh hal mistis dan gaib memang sedang menjadi hits di jamannya, kala itu. Hanya saja, kali ini Sunan harus berjalan lagi mencari pohon jati kualitas bagus lainnya. Sebelum pergi tak lupa Sunan menamai daerah itu sebagai Jatingaleh ( jati yang berpindah ). Perjalanan sang Sunan berlanjut, dalam perjalanan tak lupa Sunan Kalijaga senantiasa berdoa agar diberi kemudahan oleh yang Maha Kuasa. Berbeda dengan saya, yang hanya berdoa kalau ada maunya (semoga berubah ya Allah.. hiks). Kali ini sampailah beliau di sebuah hutan. Di hutan tersebut tumbuh sebatang pohon jati yang sangat besar, tentu kualitasnya tidak lagi diragukan. andai saja waktu itu ada seorang ahli per-kayuan pasti udah bilang yes 3x. yes, yes, yes....

antara ngeblog dan semangat pemuda

Image
Sebenarnya tulisan ini ingin aku posting kemarin, tetapi kebetulan bertepatan dengan wisuda temen - temen aku. karena terjebak oleh euphoria bahagia (ceileh!), dan tidak sempat melanjutkan tulisan, maka aku memutuskan untuk mempostingnya hari ini saja. dirangkul supaya nyusul :p Selamat Hari Blogger Nasional neko-freak.blogspot.com tepat sehari yang lalu, tanggal 27 oktober, dirayakanlah hari yang menandakan eksistensi anak - anak yang menggeluti dunia blogging. ya! selamat hari blogger nasional! pencanangan hari blogger ini memiliki nilai yang sangat penting karena semakin membludaknya para blogger Indonesia. dengan adanya hari tertentu sebagai puncak perayaan, diharapkan para penikmat dunia tulis menulis di dunia maya ini kian sadar akan keberadaan dunia blogging yang semakin disorot. seruan untuk pembentukan blog yang memiliki kredibilitas yang baik dan sehat juga diharapkan akan terus ditingkatkan, seiring dengan bertambahnya usia laman blogger. karena pada dasarny...

Mencari Papan

Image
beberapa hari ini, ibu sering terdiam memandang layar smartphone. entah itu sore sepulang kerja, ataupun malam sebelum tidur. kegiatan baru ibu ini terbilang aneh, dan condong ke arah yang misterius. karena setahu saya, semenjak ibu mempunyai hape canggih merk samsul itu, pengoperasian yang dilakukan hanya sebatas telpon dan sms saja. iya, ibu emang gaptek alias gagap teknologi. tapi toh itu nggak menjadi masalah, selama saya masih sayang ibu dan ibu masih sayang saya. batasan seseorang berbentuk gaptek masih dalam taraf kewajaran. nggak nyambung? yaudah sih. kembali ke ibu. sebagai seorang anak yang berbakti, dan penuh akan rasa peduli kepada orang tua. maka saya dengan penuh kesadaran menanyakan apa gerangan yang sedang dikerjakan ibu ini, termasuk sebab musababnya.  (ceritanya percakapan ini dilakukan dengan bahasa jawa) "bu, ibu sedang apa sih? kok keliatannya sibuk banget. jangan - jangan bisnis ibu ibu minta pulsa ya?" karena terlalu fokus, ibu ...