Posts

Showing posts with the label islam

simpan saja manisanmu

Image
Dulu sewaktu saya masih kecil, saya sering di iming - imingi beberapa bungkus permen hanya untuk mengalihkan dari keinginan saya yang sebenarnya. Ketika saya meminta layangan, ibu malah membelikan permen davos sambil berkata " antengo ning omah, raksah kluyuran mengko ndaak rambutmu rusak ", yang hasilnya fatal : saya sampai sekarang nggak bisa layangan. Ketika saya minta setin, ibu malah memberi serenteng permen susu tak bermerek dan berkata " keplek setin kui duso nang, tobat  (keplek berarti judi)". Trik tebar permen ini bagi sebagian besar golongan pemudanya pemuda (baca : kanak - kanak) adalah trik yang jitu, pasalnya permen adalah role model makanan utama bagi mereka, tak terkecuali saya ketika kecil. Kini, mata batin saya sudah terbuka. Walaupun belum sepenuhnya, setidaknya sudah cukup ampuh untuk menghadang godaan ecek - ecek sekelas permen. Tetapi godaan berkembang selayaknya pola pikir objek yang akan digoda, komik untuk masa remaja, dan selembar li...

evolusi goa kreo

Image
"Loh! kok hilang?". Sunan Kalijaga bertanya kepada dirinya sendiri. jelas saja, pohon kayu jati yang ingin ditebangnya guna dijadikan sebagai saka ( tiang penyangga ) bakal masjid Demak, hilang begitu saja. Sunan Kalijaga tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, toh hal mistis dan gaib memang sedang menjadi hits di jamannya, kala itu. Hanya saja, kali ini Sunan harus berjalan lagi mencari pohon jati kualitas bagus lainnya. Sebelum pergi tak lupa Sunan menamai daerah itu sebagai Jatingaleh ( jati yang berpindah ). Perjalanan sang Sunan berlanjut, dalam perjalanan tak lupa Sunan Kalijaga senantiasa berdoa agar diberi kemudahan oleh yang Maha Kuasa. Berbeda dengan saya, yang hanya berdoa kalau ada maunya (semoga berubah ya Allah.. hiks). Kali ini sampailah beliau di sebuah hutan. Di hutan tersebut tumbuh sebatang pohon jati yang sangat besar, tentu kualitasnya tidak lagi diragukan. andai saja waktu itu ada seorang ahli per-kayuan pasti udah bilang yes 3x. yes, yes, yes....

manusia - manusia paris

Image
paris menangis, media bergemuruh, jutaan orang mengutuk. menjadi suatu hal yang wajar apabila dunia gempar mendengar aksi terorrisme di paris beberapa waktu yang lalu. ratusan orang meregang nyawa, sedangkan ribuan orang lainnya terancam ketakutan yang sama. terror! lalu kemana perginya palestina? kemana hilangnya suriah? atau sebegitu tak terlihatnyakah rohingnya? uyghur? dan puluhan aksi terror tertutup lainnya. dunia yang tersisih puluhan tahun, atau mungkin lebih dari itu. jutaan warga palestina harus meregang nyawa. puluhan hari, atau mungkin lebih dari itu, rohingya, uyghur, suriah, terancam kebebasannya sebagai manusia, kebebasan untuk hidup. apakah mereka bukan bagian dari dunia? tidak. yang aku tahu, mereka hanya tersisih. aku adalah satu diantara manusia yang hanya mampu menyerap sari dunia dari media. apa yang berada di media, apabila itu tidak mengada - ada maka aku akan percaya benar adanya. hari ini dunia mengutuk terrorisme di paris, bahkan sebagian besar dianta...

Menanggapi Pemakaian Speaker di Masjid, musholla, langgar dll di Lingkungan Sekitar.

Image
akhir akhir ini Indonesia sedang dihebohkan oleh pemberitaan terbakarnya rumah ibadah umat muslim (masjid) di Tolikara, sebuah daerah di bumi Papua. terlepas dari oknum yang melakukannya , saya mencoba menanggapi salah satu spekulasi penyebab amukan warga tersebut. salah satunya adalah mengenai pemakaian speaker atau pengeras suara di Masjid. hal ini pun sangat berhubungan dengan pemberitaan akan adanya pembatasan pemakaiannya di Indonesia ini. adalah sebuah kebutuhan yang mutlak dipergunakannya pengeras suara di masjid manapun, terlebih di Indonesia seiring dengan jumlah penganutnya yang juga banyak. Pemakaian pengeras suara di masjid yang utama adalah untuk menyerukan waktu sholat kepada muslim, dan agar segera mungkin meninggalkan aktivitasnya untuk melakukan ibadah sholat. apalagi hal itu semakin penting apabila rumah jamaah saling berjauhan. selain itu pemakaian pengeras suara juga menjadi hal yang perlu apabila jamaah yang hadir di dalam sholat tersebut membludak, sehing...

berapa skor tahun ini?

waktu adalah aliran kekal satu arah. arusnya pelan dan tenang, namun sering membuat orang kecele'. waktu adalah kendaraan yang pasti. kendaraan masal yang tidak memilih penumpang, namun ketika saatnya tiba tidak segan menghapus harap mereka dari kata bertahan. waktu itu seakan hidup, keberadaannya ada namun terlupa. tiap bagiannya bisa menjadi manfaat, tetapi sanggup juga menjadi sebuah kesiaan, terlebih penyesalan. seperti halnya ramadhan kali ini, waktu begitu cepat berlalu. dua puluh sembilan hari berpuasa seperti tidak terasa. kalau saya bilang seperti kemarin saja. saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk menjalani lagi dan lagi hingga tahun ini. Alhamdulillah. berapa skor tahun ini? saya tidak tahu. bahkan untuk bercermin dari tahun yang lalu pun saya tidak tahu. rasanya semua sama saja, mengalir begitu saja. bahkan yang saya ingat, penyesalan selalu menjadi akhir sebelum takbir. ya, puasa kali inipun saya menyesal. rasanya sama sekali belum maksimal. lalu ap...

Rindu yang Terpaksa

Image
nggak terasa ramadhan tahun ini sudah memasuki 10 hari terakhir, tidak lama lagi bulan suci yang mulia ini akan meninggalkan kita semua.  perpisahan identik dengan suatu hal yang menyedihkan. hal tersebut bisa diumpamakan sebagai bagian dari kehidupanmu yang seketika menghilang, sedih dan menyakitkan. namun ramadhan adalah bulan yang istimewa, kedatangannya disambut sebagai bulan pembeda. ketika dia datang rasa bahagia merasuk di dada, namun bisa menjadi lebih ketika dia pergi meninggalkan kita. ya, bagi sebagian orang, perpisahan dengan bulan ramadhan adalah suatu yang menggembirakan.  "Barang siapa yang gembira atas kedatangan (bulan) Ramadhan, Allah SWT mengharamkan jasadnya dari api neraka" (HR. al Nasai) sejak bulan lalu, kami selalu bilang merindukanmu wahai Ramadhan. dan sejak itu pula, kami selalu senantiasa memanjatkan doa agar dipertemukan denganmu. takut rasanya apabila usia kami tidak memungkinkan untuk bertemu denganmu wahai bulan suci, bulan...

Ali, ini kisahmu yang mendayu dayu

ingatan adalah sesuatu yang unik, dia mudah saja membawa sebagian dari ruh kita ke masa masa yang lalu, bahkan tak jarang kita akan dibawa menyusup ke bagian yang paling nggak penting dari episode kehidupan kita.  bahwa memiliki ingatan adalah sebuah anugerah, karena didalam ingatan kita menyimpan memori memori yang akan membuat kita belajar tentang hidup. beberapa hari yang lalu saya teringat akan kisah seorang sahabat rasul, Ali ibn abu thalib. yang telah diceritakan oleh salah satu kawan saya mas hari  :). kisahnya seperti ini : Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan...