Posts

Showing posts with the label sarkasme

saya keluar

Saya meyakini, ada batas - batas privasi yang melingkar di setiap orang. Batas - batas itu tidak terlihat, tapi sangat perlu dihormati. Kamu tidak perlu menunduk, mengucap salam, atau mengangkat lengan ke arah kepala dan membentuk sirip di depan dahi. itu tidak perlu.  Menghormati adalah dengan tidak memaksa masuk. Menghormati adalah dengan tidak mencuri dengar. Menghormati adalah dengan tidak beropini aktif, yaitu komentar lalu menyuruh ini dan itu. Marah jika tidak mau. Menhormati adalah dengan diam. ya. cukup diam dan pura - pura tidak tahu. Sampai tuan rumah membuka gembok pagar, memutar kenop pintu, dan mempersilahkan dirimu masuk, diam adalah hal terbijak yang akan menghadirkan respek dari pemilik rumah. Karena meyakini hal - hal prinsipil seperti batas privasi, tentu saya akan berusaha menjadi tamu dan tuan rumah yang baik. Berperan menjadi keduanya, tidak susah kok. kamu hanya perlu diam dan berfikir. beri jeda. lalu tanyakan pada dirimu sendiri, inikah ...

Menjadi Seorang Pekerja Shift yang Baik dan Benar

Image
Marno adalah seorang buruh di salah satu pabrik tekstil terbesar di Indonesia. Dari puluhan job desk yang ditawarkan disana, tugas Marno hanya satu,   ndondomi   dari awal shift sampai pergantian shift, nggak kurang dan nggak lebih. Berbeda dengan Marno, Rokhim terbilang bekerja dengan lebih variatif. Pasalnya, walaupun ia hanyalah seorang satpam di suatu bank bilangan Jakarta pusat, tetapi job desknya lebih padat. Jika ia dapat jatah masuk pagi, maka tak terelakan tugas jaga, njabut karcis, bahkan markiri mobil menjadi makanannya saat itu. Dan jika ia dapat jatah masuk malam, tugas ronda yang bisa diselingi main sekak menjadi rundown utamanya. Marno dan Rokhim adalah sahabat semenjak berada di kandungan, masing - masing ibunyalah yang menjadikannya seperti itu. ketika kecil, Marno bercita - cita menjadi seorang pilot, ya hanya pilotlah cita - cita Marno yang paling masuk akal selain menjadi Spiderman, Gundam, dan juga Jiban. Sedangkan Rokhim, walaupun masih kecil, te...

cerita kita selalu sama

Image
Cerita kita selalu sama, bukan tentang aku, bukan pula tentang kamu, melainkan konsep - konsep kaku yang selalu tertulis di buku catatanku. Tak ada nama khusus, tak ada embel - embel bertuliskan 'buku harian', hanya hitam dan sedikit kusut. Kamu tahu bahwa buku itu sebagian dari diriku, setidaknya itu yang aku tahu. Cerita kita selalu sama, berkumpul menjadi satu, tetapi hati kita enggan menjadi satu. Tawa itu, Semangat yang memecah sunyi itu, bahkan selisih penuh kasih itu, semua palsu.  Aku adalah bagian dari arus organisasi penuh paksa, dimana cinta hanya sebagai oase pemutus lelah. Yang kemudian ikut menghilang bersama lelah - lelah itu. Aku mengerti, tetapi hati enggan untuk memahami. Cerita kita selalu sama, mengulang dan terus mengulang tanpa lelah. Aku dan kamu selayaknya rantai yang melingkar di atas gerigi, jika berhenti hanya akan menambah keringya hidup kami. Dulu kamu pernah berkata, bahwa kamu lelah terus menerus diterjang lautan berombak. Tetapi setel...

simpan saja manisanmu

Image
Dulu sewaktu saya masih kecil, saya sering di iming - imingi beberapa bungkus permen hanya untuk mengalihkan dari keinginan saya yang sebenarnya. Ketika saya meminta layangan, ibu malah membelikan permen davos sambil berkata " antengo ning omah, raksah kluyuran mengko ndaak rambutmu rusak ", yang hasilnya fatal : saya sampai sekarang nggak bisa layangan. Ketika saya minta setin, ibu malah memberi serenteng permen susu tak bermerek dan berkata " keplek setin kui duso nang, tobat  (keplek berarti judi)". Trik tebar permen ini bagi sebagian besar golongan pemudanya pemuda (baca : kanak - kanak) adalah trik yang jitu, pasalnya permen adalah role model makanan utama bagi mereka, tak terkecuali saya ketika kecil. Kini, mata batin saya sudah terbuka. Walaupun belum sepenuhnya, setidaknya sudah cukup ampuh untuk menghadang godaan ecek - ecek sekelas permen. Tetapi godaan berkembang selayaknya pola pikir objek yang akan digoda, komik untuk masa remaja, dan selembar li...

mbatinlah sebelum nyeplos

Image
ada sebuah pepatah yang saya ciptakan sendiri dengan penuh kesungguhan,  pepatah itu ( atau setidaknya saya sendiri ) mengatakan, "mbatinlah sebelum nyeplos, karena ceplosanmu ndak bisa dibilang nyeplos kalau udah mbatin" Pada dasarnya, manusia itu letaknya salah. Dan yang lebih mendasar lagi, letak kesalahan manusia berpusat di bagian tutuk, atau mulut : Mulutmu harimaumu katanya. Yang lebih parahnya lagi, kesalahan - kesalahan itu biasanya diakibatkan oleh tidak harmonisnya kecepatan otak dengan kecepatan lidah, alias nyeplos tanpo mikir. Sebagai contoh adalah demam kasus mbak gotik dengan bebek nunggingnya. -udah deh nggak usah dibahas panjang lebar, saya yakin seyakinnya mbak gotik ini nggak ada maksud untuk melecehkan, lha gimana mau melecehkan, orang biasanya dia dilecehin alias dijadiin bahan guyonan oleh teman - temannya. kemampuan untuk membalas aja nggak ada heuheu. yang saya yakini dia ini cuma bermaksud bercanda dengan ceplosan tanpo mikirnya- Maka bisa ...

dear mamah puan, jangan mau jadi ndeso

Image
sumber Selamat siang menjelang sore mamah. Bagaimana kabar mamah hari ini? semoga mamah selalu diiringi keberkahan dari Tuhan yang maha pemberi berkah. Sudah makan siang mah? kalau belum mbok ya ngaso dulu cari makan. Saya yakin mah, di tempat mamah sekarang ini, dalam radius yang nggak jauh - jauh banget, pasti ada ibu - ibu warteg yang dengan senang hati melayani mamah menyoal urusan perut. Atau kalau semisal hari ini mamah sedang dinas ke kota Semarang, saya bersedia kok nganter mamah ke rumah makan terbaik di kota lunpia ini. Saya tahu mah, sekarang mamah sedang menjalankan program diet ketat ala - ala pak wied hary yang nongol tiap sore di trans tv, tapi ya harusnya sadar diri gitu lho mah, beliaunya udah habis kontrak kok. Bukannya saya lancang menggurui, karena saya juga nggak punya titel sarjana guru. Cuman saya mau berpesan aja ke mamah sebagai fans berat sejak dulu. Mamah itu asli lo udah langsing, seksi, imut - imut gitu persis cherrybelle tanpa harus repot - repot die...