Posts

Showing posts with the label saya

sudahkah kamu bahagya?

"..." "Gimana kamu aja,  yang penting enjoy kerjaannya dan tetap bahagya" "iya. kamu bahagya ngga kyy?" "cukup bahagya kok. teman kerja baik, kerjaan nggak ribet, suasana tempat tinggal tenang hehehe. kamu gimana?" "kurangnya? aku mau resign dengan bahagya kok" "apa yaa? kayaknya achievment deh. kerjaan terlalu lempeng, ngga ada target gitu. jadi ya gini - gini aja hehe" "..." "tapi overall.., aku bahagya (: "

saya keluar

Saya meyakini, ada batas - batas privasi yang melingkar di setiap orang. Batas - batas itu tidak terlihat, tapi sangat perlu dihormati. Kamu tidak perlu menunduk, mengucap salam, atau mengangkat lengan ke arah kepala dan membentuk sirip di depan dahi. itu tidak perlu.  Menghormati adalah dengan tidak memaksa masuk. Menghormati adalah dengan tidak mencuri dengar. Menghormati adalah dengan tidak beropini aktif, yaitu komentar lalu menyuruh ini dan itu. Marah jika tidak mau. Menhormati adalah dengan diam. ya. cukup diam dan pura - pura tidak tahu. Sampai tuan rumah membuka gembok pagar, memutar kenop pintu, dan mempersilahkan dirimu masuk, diam adalah hal terbijak yang akan menghadirkan respek dari pemilik rumah. Karena meyakini hal - hal prinsipil seperti batas privasi, tentu saya akan berusaha menjadi tamu dan tuan rumah yang baik. Berperan menjadi keduanya, tidak susah kok. kamu hanya perlu diam dan berfikir. beri jeda. lalu tanyakan pada dirimu sendiri, inikah ...

untuk tidak terbawa perasaan

Pagi itu, karena merasakan sedikit sentuhan di sisi kananku, aku terbangun. Sepanjang penerbangan Makassar - Surabaya mataku memang sudah sangat terasa berat. Tetapi pikiranku yang kalut selalu menjagaku terbangun walaupun melayang entah kemana. Menatap awan - awan yang terbingkai jendela. Mengalihkan pandangan ke lubang pendingin yang terlihat biasa saja. Memainkan kenop meja, membuka, lalu menutupnya lagi dengan sengaja. Menarik majalah ke pangkuan, membuka, tetapi huruf - hurufnya sama sekali tak terbaca. Tubuhku akhirnya berontak, lalu tertidur sebentar di titik transit bandara Juanda Surabaya, sampai aku terbangun oleh gelombang penumpang berikutnya. Seorang eksekutif muda, berpenampilan perlente. Ia memakai setelan jas rapi, sepatu hitam yang mengkilat, dan jam tangan merk tissot melingkar di pergelangan kirinya. Duduk di sebelah kananku. Ia memakai kacamata dengan lensa yang cukup tebal, dari sana aku menyimpulkan bahwa usaha kerasnya telah membawanya kepada titik yang sepe...

5 Mie instan non premium terenak yang pernah aku makan

Image
Salah satu makanan yang bisa dikatakan merakyat. Bukan hanya karena rasanya yang enak, tapi lebih daripada itu, harganya juga murah meriah. Mie instan, seakan menjadi primadona bagi kalangan yang berkantung cekak, tapi tetap menginginkan sebuah kenikmatan. Tapi itu dulu, lain halnya dengan jaman sekarang. Dewasa ini, pasar mie instan tengah berada di masa keemasan. Produk - produk impor mulai dijual secara luas di tengah - tengah masyarakat. Korea, China, Jepang, dan Thailand menjadi pesaing bagi produk - produk lokal. Mereka bagaikan anti hama, yang seakan mencabut cita dan rasa produk dalam negeri yang sudah mengakar sejak lama. Padahal harga yang ditawarkan, jauh diatas batas wajar yang menurut kita sejauh ini normal, duaribuan. Tapi tahukah kalian? bahwa hal - hal tetek bengek menyoal eksodus besar - besaran itu sebenarnya adalah sebuah tantangan paling sukar bagi produk luar tersebut. karena apa? karena rasa nggak bisa bohong hehehe. Ternyata, tanpa kita sadari, masih ban...

kembali ke jalan buku

Image
devianart.net Setelah berkecimpung di dunia antah berantah, akhirnya aku bersedia kembali lagi ke jalan buku. Jalan terang yang ditapaki oleh orang - orang yang sampai sekarang pemikirannya juga bersifat menerangi. Nggak usah jauh - jauh merujuk ke Pak Karno, Bung Hatta, Prof Habibie, GusDur, atau tokoh - tokoh nasionalis lainnya yang kutu buku. Apalagi harus repot - repot melihat tokoh jauh seperti Monsieur Napoleon, Sir Isaac Newton, Al-Kindi, Einstein, Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Bill gates, Harun Ar-rasyid, Juga sang Adolf Hitler sekalipun. Lhawong mbak sepupuku saja, yang bukan siapa - siapa, bisa kok lebih dulu menginspirasi diriku ini, secara dia juga berada di jajaran yang sama sebagai seorang kutu buku. Berbicara mengenai buku, di kehidupanku sendiri, mereka memiliki peranan yang cukup besar. Dan memang, pepatah bahwa buku adalah jendela dunia itu adalah benar adanya. Lebih dari itu, buku adalah jendela jagat raya, dan mencakup dimensi yang kedalamannya tidak akan pernah...

teringat masa itu, lewat sebuah lagu

Image
"More Than Words" nya Extreme mengingatkan saya tentang kenangan awal SMA dulu. Ketika semua yang saya lakukan saat itu, hingga kini masih saya anggap sebagai titik balik hidup saya yang paling berarti. Entah kenapa, lagu ini, malam ini, ketika tidak sengaja saya putar di channel youtube, malah merepresentasikan masa itu. Padahal ya seingat saya nggak ada cinta - cintaan babar blas yang membekas. Ealah dasarnya orang yang kurang peka. Perihal lagu yang (baru - baru ini saya ketahui) romantis ini kok ya dianggap lagu perpisahan. pasalnya lagu ini dulu yang dibawakan dalam perpisahan kelas X ketika SMA. emang seperti kata ustad - ustad facebook yang tengah moncer akhir - akhir ini. Kita harus selalu tabayyun dalam segala hal, tak terlepas mengenai persepsi dari sebuah lagu. Apakah lagu itu romantis, apakah lagu sedih, atau lagu suka ria. karena kalo sudah salah paham gini lak yo kisinan dewe, minimal isin terhadap kelalaian masa muda yang sudah saya anggap g...

sah menjadi pegawai baru

Image
Kalau ditanya, apa yang sudah membuatmu bahagia akhir - akhir ini? maka saya akan menjawab, sebungkus nasi kucing dari angkringan dekat kelurahan Tanjung Priok. Alhamdulillah ternyata Jakarta nggak kota - kota banget, ada aja nemu angkringan yang asik buat nongkrong, deket kosan lagi hehehe. Ohya, selain bahagia karena menemukan oase angkringan di tandusnya Jakarta, per tanggal 1 Maret 2017 kemarin, saya dan teman - teman telah resmi menjadi pegawai baru di perusahaan kami mengabdi setengah tahun lamanya. Tentu tidak hanya saya dan teman - teman saja, kebahagiaan kami saat itu juga ikut menular ke senior pegawai dan jajaran manajemen perusahaan. Nggak percaya? lihat itu di foto, pak GM senyumnya nggak kalah berseri dari saya kan. Jika diingat kembali, perjalanan kami untuk mendapatkan surat resmi di tangan ini tidaklah mudah. Beberapa tahapan harus kami lewati. Mulai dari sepuluh hari penggemblengan fisik dan mental di Pusdik Zeni, yang menurut saksi teman - teman serasa ...

kunjungan keluarga

Image
Satu semester sudah, semenjak saya menginjakkan kaki pertama kali tinggal di Jakarta. Saya bersyukur, karena sampai saat ini masih diberi kekuatan untuk menjalaninya. tentu saja, dukungan dari teman - teman di sekitalah yang kurang lebihnya menjaga saya disini. Well,  tanpa mereka, saya sebatang kara. Andai saja, suatu saat saya tidak malu untuk berucap. Maka saya ingin berucap. "terimakasih untuk pinjeman duitnya ketika saya lagi cetek. Terimakasih sumbangsih odolnya, ketika saya lagi malas ke warung. Dan terimakasih atas celana - celana yang terpakai, ketika saya sadar stok celana bersih telah habis. Bagi saya, kalian adalah sejenis keluarga saya yang lain." Ohya, ngomong - ngomong soal keluarga, bertepatan dengan hari nyoblos masal alias pilkada kemaren, orang - orang rumah datang berkunjung. Momen ini tentu saja istimewa bagi saya yang notabene selama ini, sebelumnya jarang dikunjungi. Maaf ralat, tidak pernah dikunjungi. Sebagai salah satu personil ke...

pengendali air

Image
Banyak orang - orang di sekitar saya yang bertanya, "Sebenarnya apa pekerjaan saya di Ibukota?" Dengan banyaknya pertanyaan itu, sebagai orang yang memiliki waktu luang untuk menjawab, maka saya akan ungkapkan sesuatu yang bukan rahasia. Bahwa saya hanyalah seorang pengendali air yang masih perlu banyak belajar untuk menguasainya...

balada hp rusak yang ke 3

Image
Sebelum saya memulai, bijaknya saya menjelaskan terlebih dahulu, bahwasanya tulisan ini bukanlah tulisan lanjutan dari tulisan - tulisan saya yang sebelumnya. Oleh karena itu, serajin apapun kalian ngoprek - ngoprek tulisan saya yang lalu hanya untuk mencari mula dari tulisan ini, ya ndak bakal ketemu. Tujuan dari penyematan angka 3 dari judul tulisan ini semata - mata hanya untuk kebutuhan isi di dalamnya saja.  Cerita ini berawal kurang lebih seminggu yang lalu, ketika saya tiba - tiba merasa janggal melihat layar hp yang serba buram. Awalnya saya mencoba untuk berfikir positif, "ah, palingan ini karena efek baru bangun tidur, makanya kayak burem - burem gitu" segera saya bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air, bukan untuk wudhu, tetapi hanya untuk membasuh muka dan membersihkan kotoran - kotoran mata yang melekat di sudut ruangnya. Astaghfirullah, pikiran saya saat itu malah terfokus ke duniawi yang maya alias henpon, bukannya menyegerakan diri untuk s...

nyaris kena copet

Image
Sore itu, sepulang dari dinas pagi, Saya dan senior saya berencana pulang dengan menggunakan angkutan umum. Bagi saya, ataupun mungkin senior saya, menggunakan fasilitas seperti angkutan umum untuk pulang kerja memang perlu direncanakan. Bukannya ingin sombong, tetapi untuk menghindari pertanyaan - pertanyaan lebih lanjut, maka perlu saya jelaskan, bahwa ketika itu kami keluar terlalu sore sehingga tidak sempat ikut mobil antar - jemput pegawai. Sedangkan kendaraan pribadi tidak ada dan sesosok teman soleh untuk ditebengi pun nihil. teman solehah? belum, masih ngumpulin duit dulu buat menafkahinya nanti. Oke, Jika sudah jelas dengan penjelasan saya, maka izinkanlah saya untuk melanjutkan cerita... Sebenarnya, saat itu satu - satunya teman yang bisa diandalkan adalah mas Jamil. Walaupun tidak cukup soleh, karena tidak mengantarkan sampai tujuan akhir, setidaknya ia cukup baik untuk mengantarkan kami, cenglu hingga jembatan depan (letak kantor dan jalan raya cukup jauh jika ...

menginjak yang ke 23 di bulan Oktober kemarin

Katanya, usia itu ada diantara hal yang pasti dan tak pasti. Pasti, karena usia kita sudah ditentukan oleh yang Maha Memberi, kapan kita hidup dan kapan kita mati. Tak pasti, karena sampai sekarangpun saya tidak mengerti, seberapa banyak saldo usia saya yang akan efektif tersisa di dunia ini. Namun, ada hal - hal yang bijaknya harus terus disyukuri. karena walaupun pada akhirnya usia kita akan diambil kembali nanti. Setidaknya kita pernah diberi, tanpa pernah meminta. usia.

pemimpin 360 derajat

Lima menit setelah pembacaan hasil perhitungan resmi, Saya segera melihat diri saya dalam keadaan yang tidak sama lagi. Mungkin tumpuan saya masih berpijak di tempat yang sama, tapi beban yang saya pikul seolah bertambah, dari yang hampa menjadi isi sejuta kali. Saya melihat luthfi, tatapan matanya masih sama, kecil dan tajam, seolah mengatakan bahwa ia masih ingin terus berpacu menatap jauh kedepan. Sedetik kemudian saya memalingkan pandangan ke arah Herman, tidak ada ekspresi yang berubah, masih tenang dan waspada seolah berjaga jika ada ancaman datang sewaktu - waktu, dalam waktu yang singkat itu saya masih bisa dibuat kagum oleh ekspresinya. Mungkin dari puluhan orang yang riuh di koridor itu hanya Saya yang merasa telah mengalami perubahan yang maha dahsyat, tapi kenapa? Seperti yang mungkin pernah kalian rasakan juga, perubahan itu adalah suatu hal yang menakutkan terlebih jika menyangkut terhadap diri kita sendiri. Terkadang perubahan laksana aliran sungai yang tenang, a...

suatu senja di ibukota

Image
dari atas balkon kosan nggak terasa sudah sebulan lebih saya berada di kota besar ini, kota yang katanya mampu secara magis mewujudkan semua mimpi - mimpi para pencari nafkah di seluruh negeri. Kota yang katanya terlalu liar untuk dijinakkan, apalagi jika sudah tertanam rasa nyaman akan kampung halaman. Tetapi semua itu lagi - lagi bergantung kepada sudut pandang, bagaimana kamu menghadapi, bagaimana kamu menikmati, dan bagaimana kamu mencuri celah untuk kemudian berhati - hati mencirikan diri. Banyak hal yang saya dapatkan selama berada di sini, pengalaman, nilai hidup, perjuangan, kasih, rasa syukur, dan lain sebagainya. Walaupun hal - hal tersebut terhitung sedikit jika dibandingkan dengan jutaan hal lainnya yang pasti akan saya dapatkan kelak. Sebenarnya ini bukan hal yang baru saya menginjakan kaki di Jakarta. Jauh - jauh hari sebelumnya saya pun pernah, hanya saja saya rasa terlalu mengeneralisir apabila pengalaman sekedipan mata itu saya jadikan sebuah kesan mula untuk kot...

thanks to

"Sometimes you need to slip up in order to pick yourself up" - Charles Puyol- Saya percaya dengan kekuatan doa, karena tentu satu doa yang tulus adalah lebih baik daripada seribu usaha keras dalam waktu yang bersamaan. Tapi, bukankah sebuah keberhasilan dengan disertai keduanya itulah yang benar - benar baik? Karena dengan begitu, ketulusanmu dan ketulusan orang - orang disekitarmu tengah menyentuh Tuhan yang maha memberi. -ooo- Untuk tulisan kali ini saya hanya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh bagian hidup saya : kepada Ibu, seluruh sahabat, teman, keluarga, kakak, adik, para dosen, bapak satpam, bapak penjaga parkiran bawah, bu gendut, bu ros, konco ngoyo saipul (sori pul tak pekso - pekso terus mbendino), konco geng april ( yang akhirnya saya tidak bisa melengkapi kebahagiaan kalian di hari H :" ), konco motoran semarang - jogja, para pencari kerja, konco bbm-an, konco wa-nan (suwun supportnya yang mendalam), konco gaul, rekan antar kahim, ...

tahap seleksi indonesia power 2016

Image
Hai, bagi para pembaca tulisan ini. karena kolom komentar tidak kondusif. yang ingin bertanya boleh chat langsung ke saya. kontak saya bisa dilihat disini kontak terimakasih, salam sukses :)) Menjadi bagian dari suatu perusahaan ternama di Indonesia adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi sebagian orang, tak terkecuali saya. Selain dikarenakan sebuah janji masa depan yang katanya akan cerah ( walaupun sebenarnya nasib orang kedepannya hanya Tuhan yang tahu ), nilai sebuah kebanggaan pun menjadi suatu hal yang tidak bisa tergambarkan. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagi sebuah cerita, ya hanya sebuah cerita, tentang sebuah perjuangan diri di sebuah seleksi terbuka calon karyawan Indonesia Power. Yang pada intinya. dari sebuah cerita ini saya hanya berharap dapat memberi sebuah kebermanfaatan yang besar untuk teman - teman pembaca pada waktu dan tempat selanjutnya. TAHAP SELEKSI sebelum saya menceritakan apa saja tahapan seleksinya, saya akan memberikan gambar...

separuh "ingin" yang sudah terlaksana

Image
Di tulisan kali ini saya mencoba berbagi kebahagiaan kepada kalian para pembaca. Kabar yang ingin saya sampaikan memang terbilang sudah lama, tapi insya Allah belum basi. Yap, Alhamdulillah tanggal 10 Februari yang lalu akhirnya saya telah berhasil menyelesaikan perjalanan studi saya sebagai mahasiswa di kampus. Perjalanan yang saya rasa cukup panjang karena ekstensi setengah tahun yang harus saya jalankan. Hey, tapi itulah inti perjalanan hidup, kalian tidak dapat memetik buah yang matang sebelum waktunya bukan? dan inilah yang saya rasakan, buah yang masa panennya lebih panjang, tiga setengah tahun!! Sebagai mahasiswa program diploma, lama studi 3,5 tahun bukanlah suatu aib, tetapi juga bukan termasuk prestasi yang menggembirakan. Apalagi jika mengingat saya melakukannya di jurusan yang rata - rata lulus tepat 3 tahun lamanya (walaupun saya jurusan teknik). Tetapi saya tidak bisa mengelak, saya pun tidak bisa membantah. Yang saya bisa lakukan hanyalah menjalaninya dengan sepenuh...

randoooooom

seperti yang tertulis di judul, kali ini saya mencoba membuat postingan random. Bukannya nggak ada ide buat postingan atau alasan - alasan yang lain. Hanya saja saya ingin menjelaskan sebab musabab saya tidak membuat post di blog akhir - akhir ini. Karena sebab menghasilkan akibat, maka saya memberikan kepada kalian para pembaca sebuah tulisan akibat hehehe. selain karena ingin menjelaskan sebuah sebab, saya juga ingin memancing kepedulian kalian, para pembaca, kepada saya, yang menjadi seorang penulis. iya, penulis abal - abal yang sebenarnya sangat amat tidak pantas disebut "penulis". Bagaimana tidak, lhawong nulis aja senin kemis. Kalau nggak dipancing sama nyinyiran dalam benak sendiri dan juga rasa eman karena bayar self domain itu mahal, mana mau saya menulis lagi. baiklah daripada bertele - tele, dan menjadikan minat baca kalian semakin memudar, saya akan segera memulai topik tulisan yang random kali ini. pertanyaan pertama adalah, kemanakah saya selama in...