Posts

Showing posts with the label Jakarta

dua ribu tujuh belas, tahun perpindahan

Image
Di tanggal - tanggal yang mendekati klimaks tahun ini, para blogger seakan menemukan kembali rumah - rumah yang seharusnya mereka tinggali. Draft yang sebelumnya kosong, kini bersemi, diisi oleh celotehan mimpi juga harapan - harapan yang walaupun terkadang seperti terlihat jauh dari kenyataan, tetapi tentu saja sangat menyenangkan untuk merangkainya menjadi janji - janji yang harus ditepati. Wangsit masal akhir tahun itu, orang - orang menyebutnya dengan resolusi. Merujuk ke kamus besar bahasa Indonesia (versi web, tentu saja), Resolusi adalah suatu keputusan yang bulat, bisa berupa permintaan ataupun tuntutan dalam bentuk tertulis. Maka tidak heran, jika banyak insan manusia yang mau saja repot - repot untuk menuliskan beberapa tuntutan dan permintaan terhadap dirinya sendiri, agar supaya (di tahun yang dimaksud) bisa terlaksana, entah itu bagaimana caranya. tuntutan dan permintaan itu kemudian menjelma menjadi sekantong harapan - harapan. Tentu saja, Aku juga seorang yang ...

sah menjadi pegawai baru

Image
Kalau ditanya, apa yang sudah membuatmu bahagia akhir - akhir ini? maka saya akan menjawab, sebungkus nasi kucing dari angkringan dekat kelurahan Tanjung Priok. Alhamdulillah ternyata Jakarta nggak kota - kota banget, ada aja nemu angkringan yang asik buat nongkrong, deket kosan lagi hehehe. Ohya, selain bahagia karena menemukan oase angkringan di tandusnya Jakarta, per tanggal 1 Maret 2017 kemarin, saya dan teman - teman telah resmi menjadi pegawai baru di perusahaan kami mengabdi setengah tahun lamanya. Tentu tidak hanya saya dan teman - teman saja, kebahagiaan kami saat itu juga ikut menular ke senior pegawai dan jajaran manajemen perusahaan. Nggak percaya? lihat itu di foto, pak GM senyumnya nggak kalah berseri dari saya kan. Jika diingat kembali, perjalanan kami untuk mendapatkan surat resmi di tangan ini tidaklah mudah. Beberapa tahapan harus kami lewati. Mulai dari sepuluh hari penggemblengan fisik dan mental di Pusdik Zeni, yang menurut saksi teman - teman serasa ...

nyobain pizza pertama dari domino pizza

Image
Berbeda dengan Dodit Mulyanto, Seorang komedian yang katanya keturunan Jawa tapi selalu memegang teguh budaya Eropa, Saya belum pernah nyobain yang namanya Pizza. Tentu saja hal itu didukung dengan status Saya yang seorang Jawa saja, tanpa pernah memegang teguh ataupun nguri - uri budaya Eropa. Gimana sanggup, lhawong budaya jawa sendiri saja masih ngos - ngosan untuk saya pegang. Tetapi status pria ndeso itu tiba - tiba berubah tengah tahun kemarin di 2016. Saat itu, awal bulan saya pertama kali menginjakan kaki di Jakarta. Dan saat itu juga, makanan yang pertama kali saya jajakan adalah dua loyang Pizza dari Domino Pizza. Domino Pizza sendiri adalah sebuah restoran  franchise yang berasal dari Amerika, bukan Italia. Meskipun bukan berasal dari Negara aslinya, toh Domino Pizza berhasil juga melebarkan sayap industri makanannya sampai ke berbagai mancanegara atau kalau teh Agnez bilang sih go Internasional. Dan tentu saja, rasa berbangga dari restoran ini bisa bertambah...

kunjungan keluarga

Image
Satu semester sudah, semenjak saya menginjakkan kaki pertama kali tinggal di Jakarta. Saya bersyukur, karena sampai saat ini masih diberi kekuatan untuk menjalaninya. tentu saja, dukungan dari teman - teman di sekitalah yang kurang lebihnya menjaga saya disini. Well,  tanpa mereka, saya sebatang kara. Andai saja, suatu saat saya tidak malu untuk berucap. Maka saya ingin berucap. "terimakasih untuk pinjeman duitnya ketika saya lagi cetek. Terimakasih sumbangsih odolnya, ketika saya lagi malas ke warung. Dan terimakasih atas celana - celana yang terpakai, ketika saya sadar stok celana bersih telah habis. Bagi saya, kalian adalah sejenis keluarga saya yang lain." Ohya, ngomong - ngomong soal keluarga, bertepatan dengan hari nyoblos masal alias pilkada kemaren, orang - orang rumah datang berkunjung. Momen ini tentu saja istimewa bagi saya yang notabene selama ini, sebelumnya jarang dikunjungi. Maaf ralat, tidak pernah dikunjungi. Sebagai salah satu personil ke...

pengendali air

Image
Banyak orang - orang di sekitar saya yang bertanya, "Sebenarnya apa pekerjaan saya di Ibukota?" Dengan banyaknya pertanyaan itu, sebagai orang yang memiliki waktu luang untuk menjawab, maka saya akan ungkapkan sesuatu yang bukan rahasia. Bahwa saya hanyalah seorang pengendali air yang masih perlu banyak belajar untuk menguasainya...

nyaris kena copet

Image
Sore itu, sepulang dari dinas pagi, Saya dan senior saya berencana pulang dengan menggunakan angkutan umum. Bagi saya, ataupun mungkin senior saya, menggunakan fasilitas seperti angkutan umum untuk pulang kerja memang perlu direncanakan. Bukannya ingin sombong, tetapi untuk menghindari pertanyaan - pertanyaan lebih lanjut, maka perlu saya jelaskan, bahwa ketika itu kami keluar terlalu sore sehingga tidak sempat ikut mobil antar - jemput pegawai. Sedangkan kendaraan pribadi tidak ada dan sesosok teman soleh untuk ditebengi pun nihil. teman solehah? belum, masih ngumpulin duit dulu buat menafkahinya nanti. Oke, Jika sudah jelas dengan penjelasan saya, maka izinkanlah saya untuk melanjutkan cerita... Sebenarnya, saat itu satu - satunya teman yang bisa diandalkan adalah mas Jamil. Walaupun tidak cukup soleh, karena tidak mengantarkan sampai tujuan akhir, setidaknya ia cukup baik untuk mengantarkan kami, cenglu hingga jembatan depan (letak kantor dan jalan raya cukup jauh jika ...

suatu senja di ibukota

Image
dari atas balkon kosan nggak terasa sudah sebulan lebih saya berada di kota besar ini, kota yang katanya mampu secara magis mewujudkan semua mimpi - mimpi para pencari nafkah di seluruh negeri. Kota yang katanya terlalu liar untuk dijinakkan, apalagi jika sudah tertanam rasa nyaman akan kampung halaman. Tetapi semua itu lagi - lagi bergantung kepada sudut pandang, bagaimana kamu menghadapi, bagaimana kamu menikmati, dan bagaimana kamu mencuri celah untuk kemudian berhati - hati mencirikan diri. Banyak hal yang saya dapatkan selama berada di sini, pengalaman, nilai hidup, perjuangan, kasih, rasa syukur, dan lain sebagainya. Walaupun hal - hal tersebut terhitung sedikit jika dibandingkan dengan jutaan hal lainnya yang pasti akan saya dapatkan kelak. Sebenarnya ini bukan hal yang baru saya menginjakan kaki di Jakarta. Jauh - jauh hari sebelumnya saya pun pernah, hanya saja saya rasa terlalu mengeneralisir apabila pengalaman sekedipan mata itu saya jadikan sebuah kesan mula untuk kot...