Posts

teringat masa itu, lewat sebuah lagu

Image
"More Than Words" nya Extreme mengingatkan saya tentang kenangan awal SMA dulu. Ketika semua yang saya lakukan saat itu, hingga kini masih saya anggap sebagai titik balik hidup saya yang paling berarti. Entah kenapa, lagu ini, malam ini, ketika tidak sengaja saya putar di channel youtube, malah merepresentasikan masa itu. Padahal ya seingat saya nggak ada cinta - cintaan babar blas yang membekas. Ealah dasarnya orang yang kurang peka. Perihal lagu yang (baru - baru ini saya ketahui) romantis ini kok ya dianggap lagu perpisahan. pasalnya lagu ini dulu yang dibawakan dalam perpisahan kelas X ketika SMA. emang seperti kata ustad - ustad facebook yang tengah moncer akhir - akhir ini. Kita harus selalu tabayyun dalam segala hal, tak terlepas mengenai persepsi dari sebuah lagu. Apakah lagu itu romantis, apakah lagu sedih, atau lagu suka ria. karena kalo sudah salah paham gini lak yo kisinan dewe, minimal isin terhadap kelalaian masa muda yang sudah saya anggap g...

Ikhlas Menjadi Lucu

Image
Dulu, ketika saya masih unyu, saya sudah mengenal yang namanya simple make up alias merias diri dengan sederhana. Kalau mau di aliasin lagi bisa disebut dengan berbedak saja. Bukan hanya saya, tapi mungkin seluruh civitas   kampung yang masih balita sudah mengenal hal ini, Ya, ciri khas anak - anak kampung TambakAji memang merias diri, rutin dua kali sehari setelah mandi. ponakan yang mewarisi keunyuan omnya. Kini, setelah hampir dua dekade lamanya, rutinitas rias - merias itu masih ada. Hal ini sejalan dengan kearifan orang tua yang terus menganjurkan untuk melakukan hal itu, ke anaknya, cucunya, cicitnya, canggahmya dan seterusnya. Jika merias untuk orang dewasa identik dengan perempuan, maka riasan ala kadarnya ini tidak mengenal gender di kalangan penggemarnya, balita. karena tentu saja, balita tidak mengenal gender antara satu dengan lainnya. pernah kamu lihat balita yang - yangan? nggak tho? malahan ponakan saya yang cowo berumur empat tahun sering me...

sah menjadi pegawai baru

Image
Kalau ditanya, apa yang sudah membuatmu bahagia akhir - akhir ini? maka saya akan menjawab, sebungkus nasi kucing dari angkringan dekat kelurahan Tanjung Priok. Alhamdulillah ternyata Jakarta nggak kota - kota banget, ada aja nemu angkringan yang asik buat nongkrong, deket kosan lagi hehehe. Ohya, selain bahagia karena menemukan oase angkringan di tandusnya Jakarta, per tanggal 1 Maret 2017 kemarin, saya dan teman - teman telah resmi menjadi pegawai baru di perusahaan kami mengabdi setengah tahun lamanya. Tentu tidak hanya saya dan teman - teman saja, kebahagiaan kami saat itu juga ikut menular ke senior pegawai dan jajaran manajemen perusahaan. Nggak percaya? lihat itu di foto, pak GM senyumnya nggak kalah berseri dari saya kan. Jika diingat kembali, perjalanan kami untuk mendapatkan surat resmi di tangan ini tidaklah mudah. Beberapa tahapan harus kami lewati. Mulai dari sepuluh hari penggemblengan fisik dan mental di Pusdik Zeni, yang menurut saksi teman - teman serasa ...

nyobain pizza pertama dari domino pizza

Image
Berbeda dengan Dodit Mulyanto, Seorang komedian yang katanya keturunan Jawa tapi selalu memegang teguh budaya Eropa, Saya belum pernah nyobain yang namanya Pizza. Tentu saja hal itu didukung dengan status Saya yang seorang Jawa saja, tanpa pernah memegang teguh ataupun nguri - uri budaya Eropa. Gimana sanggup, lhawong budaya jawa sendiri saja masih ngos - ngosan untuk saya pegang. Tetapi status pria ndeso itu tiba - tiba berubah tengah tahun kemarin di 2016. Saat itu, awal bulan saya pertama kali menginjakan kaki di Jakarta. Dan saat itu juga, makanan yang pertama kali saya jajakan adalah dua loyang Pizza dari Domino Pizza. Domino Pizza sendiri adalah sebuah restoran  franchise yang berasal dari Amerika, bukan Italia. Meskipun bukan berasal dari Negara aslinya, toh Domino Pizza berhasil juga melebarkan sayap industri makanannya sampai ke berbagai mancanegara atau kalau teh Agnez bilang sih go Internasional. Dan tentu saja, rasa berbangga dari restoran ini bisa bertambah...

kunjungan keluarga

Image
Satu semester sudah, semenjak saya menginjakkan kaki pertama kali tinggal di Jakarta. Saya bersyukur, karena sampai saat ini masih diberi kekuatan untuk menjalaninya. tentu saja, dukungan dari teman - teman di sekitalah yang kurang lebihnya menjaga saya disini. Well,  tanpa mereka, saya sebatang kara. Andai saja, suatu saat saya tidak malu untuk berucap. Maka saya ingin berucap. "terimakasih untuk pinjeman duitnya ketika saya lagi cetek. Terimakasih sumbangsih odolnya, ketika saya lagi malas ke warung. Dan terimakasih atas celana - celana yang terpakai, ketika saya sadar stok celana bersih telah habis. Bagi saya, kalian adalah sejenis keluarga saya yang lain." Ohya, ngomong - ngomong soal keluarga, bertepatan dengan hari nyoblos masal alias pilkada kemaren, orang - orang rumah datang berkunjung. Momen ini tentu saja istimewa bagi saya yang notabene selama ini, sebelumnya jarang dikunjungi. Maaf ralat, tidak pernah dikunjungi. Sebagai salah satu personil ke...

pengendali air

Image
Banyak orang - orang di sekitar saya yang bertanya, "Sebenarnya apa pekerjaan saya di Ibukota?" Dengan banyaknya pertanyaan itu, sebagai orang yang memiliki waktu luang untuk menjawab, maka saya akan ungkapkan sesuatu yang bukan rahasia. Bahwa saya hanyalah seorang pengendali air yang masih perlu banyak belajar untuk menguasainya...

balada hp rusak yang ke 3

Image
Sebelum saya memulai, bijaknya saya menjelaskan terlebih dahulu, bahwasanya tulisan ini bukanlah tulisan lanjutan dari tulisan - tulisan saya yang sebelumnya. Oleh karena itu, serajin apapun kalian ngoprek - ngoprek tulisan saya yang lalu hanya untuk mencari mula dari tulisan ini, ya ndak bakal ketemu. Tujuan dari penyematan angka 3 dari judul tulisan ini semata - mata hanya untuk kebutuhan isi di dalamnya saja.  Cerita ini berawal kurang lebih seminggu yang lalu, ketika saya tiba - tiba merasa janggal melihat layar hp yang serba buram. Awalnya saya mencoba untuk berfikir positif, "ah, palingan ini karena efek baru bangun tidur, makanya kayak burem - burem gitu" segera saya bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air, bukan untuk wudhu, tetapi hanya untuk membasuh muka dan membersihkan kotoran - kotoran mata yang melekat di sudut ruangnya. Astaghfirullah, pikiran saya saat itu malah terfokus ke duniawi yang maya alias henpon, bukannya menyegerakan diri untuk s...