Posts

do the process

Image
-TAN MALAKA- "Dik, coba jelaskan. Bagaimana mungkin sebongkah batu kapur bisa lebih bermanfaat dari sekarung semen?" Tanya seorang pembimbing di suatu sore. Saya yang tidak mengerti maksud pertanyaan yang mendadak itu malah kembali menanyakan, meminta penjelasan "Maksud bapak?" "ya itu, saya bukannya mau membandingkan, hanya saja bukankah sekarung semen lebih bermanfaat ketimbang sebongkah batu kapur, bahkan lebih dahsyat daripada itu, segunung batu kapur sekalipun. Lalu kenapa itu bisa terjadi?" "Bagaimana ya pak, emmm," Saya masih saja gagal paham, kemana arah pembicaraan ini berlangsung pun saya tak tahu "mungkinkah karena semen mempunyai kandungan yang lebih kompleks, pak?" "hahahaha, kamu terlalu kimiawi dik, terlalu kimiawi. cobalah untuk sedikit saja menjadi manusiawi maka kamu akan segera paham," ledek bapak pembimbing, masih di sore yang sama, di sebuah perbincangan absurd yang sama juga "kamu ingin tahu ...

simpan saja manisanmu

Image
Dulu sewaktu saya masih kecil, saya sering di iming - imingi beberapa bungkus permen hanya untuk mengalihkan dari keinginan saya yang sebenarnya. Ketika saya meminta layangan, ibu malah membelikan permen davos sambil berkata " antengo ning omah, raksah kluyuran mengko ndaak rambutmu rusak ", yang hasilnya fatal : saya sampai sekarang nggak bisa layangan. Ketika saya minta setin, ibu malah memberi serenteng permen susu tak bermerek dan berkata " keplek setin kui duso nang, tobat  (keplek berarti judi)". Trik tebar permen ini bagi sebagian besar golongan pemudanya pemuda (baca : kanak - kanak) adalah trik yang jitu, pasalnya permen adalah role model makanan utama bagi mereka, tak terkecuali saya ketika kecil. Kini, mata batin saya sudah terbuka. Walaupun belum sepenuhnya, setidaknya sudah cukup ampuh untuk menghadang godaan ecek - ecek sekelas permen. Tetapi godaan berkembang selayaknya pola pikir objek yang akan digoda, komik untuk masa remaja, dan selembar li...

tahap seleksi indonesia power 2016

Image
Hai, bagi para pembaca tulisan ini. karena kolom komentar tidak kondusif. yang ingin bertanya boleh chat langsung ke saya. kontak saya bisa dilihat disini kontak terimakasih, salam sukses :)) Menjadi bagian dari suatu perusahaan ternama di Indonesia adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi sebagian orang, tak terkecuali saya. Selain dikarenakan sebuah janji masa depan yang katanya akan cerah ( walaupun sebenarnya nasib orang kedepannya hanya Tuhan yang tahu ), nilai sebuah kebanggaan pun menjadi suatu hal yang tidak bisa tergambarkan. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagi sebuah cerita, ya hanya sebuah cerita, tentang sebuah perjuangan diri di sebuah seleksi terbuka calon karyawan Indonesia Power. Yang pada intinya. dari sebuah cerita ini saya hanya berharap dapat memberi sebuah kebermanfaatan yang besar untuk teman - teman pembaca pada waktu dan tempat selanjutnya. TAHAP SELEKSI sebelum saya menceritakan apa saja tahapan seleksinya, saya akan memberikan gambar...

mbatinlah sebelum nyeplos

Image
ada sebuah pepatah yang saya ciptakan sendiri dengan penuh kesungguhan,  pepatah itu ( atau setidaknya saya sendiri ) mengatakan, "mbatinlah sebelum nyeplos, karena ceplosanmu ndak bisa dibilang nyeplos kalau udah mbatin" Pada dasarnya, manusia itu letaknya salah. Dan yang lebih mendasar lagi, letak kesalahan manusia berpusat di bagian tutuk, atau mulut : Mulutmu harimaumu katanya. Yang lebih parahnya lagi, kesalahan - kesalahan itu biasanya diakibatkan oleh tidak harmonisnya kecepatan otak dengan kecepatan lidah, alias nyeplos tanpo mikir. Sebagai contoh adalah demam kasus mbak gotik dengan bebek nunggingnya. -udah deh nggak usah dibahas panjang lebar, saya yakin seyakinnya mbak gotik ini nggak ada maksud untuk melecehkan, lha gimana mau melecehkan, orang biasanya dia dilecehin alias dijadiin bahan guyonan oleh teman - temannya. kemampuan untuk membalas aja nggak ada heuheu. yang saya yakini dia ini cuma bermaksud bercanda dengan ceplosan tanpo mikirnya- Maka bisa ...

separuh "ingin" yang sudah terlaksana

Image
Di tulisan kali ini saya mencoba berbagi kebahagiaan kepada kalian para pembaca. Kabar yang ingin saya sampaikan memang terbilang sudah lama, tapi insya Allah belum basi. Yap, Alhamdulillah tanggal 10 Februari yang lalu akhirnya saya telah berhasil menyelesaikan perjalanan studi saya sebagai mahasiswa di kampus. Perjalanan yang saya rasa cukup panjang karena ekstensi setengah tahun yang harus saya jalankan. Hey, tapi itulah inti perjalanan hidup, kalian tidak dapat memetik buah yang matang sebelum waktunya bukan? dan inilah yang saya rasakan, buah yang masa panennya lebih panjang, tiga setengah tahun!! Sebagai mahasiswa program diploma, lama studi 3,5 tahun bukanlah suatu aib, tetapi juga bukan termasuk prestasi yang menggembirakan. Apalagi jika mengingat saya melakukannya di jurusan yang rata - rata lulus tepat 3 tahun lamanya (walaupun saya jurusan teknik). Tetapi saya tidak bisa mengelak, saya pun tidak bisa membantah. Yang saya bisa lakukan hanyalah menjalaninya dengan sepenuh...

fiksi kriminal ala detective conan

Image
Pertama kali saya mengenal manga ini adalah ketika saya baru menginjak bangku sekolah dasar, (saya lupa, antara kelas 5 atau kelas 6) merupakan buah tangan pameran buku yang diikuti kakak sepupu saya. Saya yang masih cupu dan seharusnya berada di rataan usia manga doraemon ini pun menerima buah tangan itu dengan senang hati, tanpa tahu menahu bahwa banyak adegan orang mati di dalamnya. Secara keseluruhan, saya yang notabene hanya bocah SD, tidak begitu paham cerita yang coba disampaikan oleh mangaka conan ini. Hanya saja, waktu itu ruh yang ditanamkan olehnya (re: mangaka) berhasil merasuk ke dalam jiwa saya. Terkesan lebay memang, tapi itulah yang saya rasakan. Hampir sebagian jalan cerita (yang tidak saya mengerti itu) menghantarkan saya kedalam nuansa kegetolan untuk terus membaca dan membaca lagi tiap halamannya. ... Manga detective conan merupakan buah karya emas sarat misteri besutan om Gosho Aoyama. Manga ini menceritakan tentang anak SMU jenius penggila misteri...

randoooooom

seperti yang tertulis di judul, kali ini saya mencoba membuat postingan random. Bukannya nggak ada ide buat postingan atau alasan - alasan yang lain. Hanya saja saya ingin menjelaskan sebab musabab saya tidak membuat post di blog akhir - akhir ini. Karena sebab menghasilkan akibat, maka saya memberikan kepada kalian para pembaca sebuah tulisan akibat hehehe. selain karena ingin menjelaskan sebuah sebab, saya juga ingin memancing kepedulian kalian, para pembaca, kepada saya, yang menjadi seorang penulis. iya, penulis abal - abal yang sebenarnya sangat amat tidak pantas disebut "penulis". Bagaimana tidak, lhawong nulis aja senin kemis. Kalau nggak dipancing sama nyinyiran dalam benak sendiri dan juga rasa eman karena bayar self domain itu mahal, mana mau saya menulis lagi. baiklah daripada bertele - tele, dan menjadikan minat baca kalian semakin memudar, saya akan segera memulai topik tulisan yang random kali ini. pertanyaan pertama adalah, kemanakah saya selama in...